Menuju konten utama

AHY Ungkap Kans Utang Whoosh Tetap Dibayar APBN

AHY berujar pembahasan mengenai kereta cepat dilakukan melalui rapat koordinasi di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

AHY Ungkap Kans Utang Whoosh Tetap Dibayar APBN
Agus Harimurti Yudhoyono di Hotel Novotel, Jakarta, Senin (6/10/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh tetap bakal dibayarkan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

Hal ini ia nyatakan usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025). Akan tetapi, AHY enggan mengungkapkan secara rinci skema pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN.

"APBN juga pasti akan menjadi bagian, tetapi untuk seperti secara spesifiknya, nanti akan kami sampaikan pada kesempatan yang lain," tuturnya.

AHY berujar pembahasan mengenai kereta cepat dilakukan melalui rapat koordinasi di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Rapat itu dihadiri sejumlah instansi terkait, termasuk Kementerian Investasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Koordinator Perekonomian.

Kata AHY, dalam pertemuan itu, seluruh pihak sepakat untuk mencari solusi terbaik dalam restrukturisasi keuangan proyek Whoosh. Proses itu disebut akan dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.

“Kami sepakat untuk menghadirkan solusi yang terbaik, yang paling visibel, yang paling baik untuk semua. Semua ingin mengambil bagian dari tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung,” tuturnya.

AHY menyatakan, pemerintah sedang menyiapkan berbagai opsi pembiayaan untuk mendukung restrukturisasi tersebut. Menurut dia, pelibatan APBN merupakan langkah realistis untuk memastikan proyek tidak berhenti di tengah jalan.

AHY mengklaim pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPI Danantara dan mitra dari Tiongkok guna menyepakati mekanisme restrukturisasi yang paling menguntungkan Indonesia.

Ia menambahkan, ruang negosiasi perlu dijaga agar menghasilkan kesepakatan yang solid dan berkelanjutan.

“Yang jelas kita tadi berbicara, infrastruktur seperti halnya di banyak negara, infrastruktur transportasi termasuk kereta, itu juga tentunya negara hadir di situ,” tutur AHY.

Baca juga artikel terkait KERETA CEPAT WHOOSH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama