tirto.id - Human Right Manager Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Luthfian Haekal, mengatakan program Kampung Nelayan Merah Putih hingga saat ini masih terfokus di Pulau Jawa. Hal ini diketahui berdasar survei yang dilakukan DFW pada Oktober-November 2025.
Hingga akhir 2025, berdasar catatan DFW, ada 65 Kampung Nelayan Merah Putih se-Indonesia. Kampung Nelayan itu terintegrasi dengan program pemerintah lain, yakni Koperasi Desa Merah Putih.
"Dari 2025, memang sudah ada 65 Kampung Nelayan Merah Putih dengan total 273 penyuluh. Namun, ketika kami grading, ketika kami petakan, [Kampung Nelayan] sangat terpusat pada daerah-daerah Jawa," sebut Haekal saat konferensi pers via virtual, Selasa (6/1/2026).
Menurut Haekal, masih ada pulau yang sama sekali belum memiliki Kampung Nelayan. Salah satunya, yakni Kalimantan. Kemudian, sejumlah kawasan juga tidak terinstal Kampung Nelayan dengan jumlah yang banyak.
Misalnya, hanya ada 1-2 Kampung Nelayan se-Papua dan tiga Kampung Nelayan di Kepulauan Riau. Jumlah itu disebut berbanding terbalik dengan total Kampung Nelayan di Jawa.
Ia menilai, timpangnya penyebaran Kampung Nelayan di Tanah Air menunjukkan Pemerintah Pusat yang masih fokus terhadap pembangunan di Jawa. "Lagi-lagi ini menunjukkan infrastrukturnya yang mapan itu masih pada di daerah-daerah Jawa, alih-alih memperluas ke kapasitas yang paling membutuhkan intervensi," tutur Haekal.
Tak cuma itu, ia menyatakan, jumlah penyuluh di Kampung Nelayan yang terletak di luar Jawa juga masih terbilang sedikit. Tiga Kampung Nelayan di Kepulauan Riau hanya memiliki tiga penyuluh.
Dengan demikian, hanya ada satu penyuluh untuk satu Kampung Nelayan. Berdasar catatan DFW, satu Kampung Nelayan di Jawa memiliki 3-4 penyuluh.
"Daerah dengan akses yang rendah, utamanya daerah timur, jumlah personel yang sangat terbatas menghadapi hambatan logistik dan waktu tempuh yang tinggi sehingga fungsi pembinaan koperasi teraduksi menjadi administratif saja, bukan proses penguatan kelembagaan," urai Haekal.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































