tirto.id - Sebanyak 150 merek lokal siap memasok produk guna mendukung pedagang pakaian bekas impor yang terdampak kebijakan pelarangan.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi transisi yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto untuk mengalihkan perdagangan pakaian bekas impor ke produk buatan dalam negeri.
Hal tersebut disampaikan usai melakukan koordinasi dengan sejumlah asosiasi. Pemerintah, kata dia, tidak akan membiarkan pelaku UMKM kehilangan mata pencaharian.
"Kami dari Kementerian UMKM tidak akan membiarkan teman-teman UKM ini tidak memiliki penghasilan. Ada upaya kita untuk menghubungkan dengan brand lokal, produk lokal," kata Temmy, dalam konferensi pers di Kementerian UMKM, Jumat (7/11/2025).
Pihaknya akan melakukan pertemuan dengan asosiasi perwakilan brand lokal pada Senin depan. Pertemuan itu akan membahas kesiapan pasokan, skema bisnis, serta dukungan pembiayaan untuk pelaku UMKM.
“Modalnya lumayan ya dibandingkan dengan sekarang jualan pakaian bekas impor, pasti modalnya lebih tinggi lagi," ujarnya.
Temmy menjelaskan, pihaknya juga mengantisipasi gejolak yang muncul di pedagang imbas dari pembatasan penjualan pakaian bekas ini.
Menurutnya, saat ini gejolak masih minim lantaran pedagang masih punya stok pakaian bekas untuk dijual. Kelangkaan pasokan berpotensi memicu kenaikan harga yang justru memberatkan pedagang.
“Tapi kan kembali lagi, sekarang ini kan mungkin belum terlalu bergejolak karena mungkin suplai masih ada ya, tapi begitu suplai sudah berkurang, terbatas, kan harga akan naik juga ujung-ujungnya,” ucapnya.
Untuk itu, sambungnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan dan juga Kementerian Keuangan bergerak bersama untuk membuat mekanisme pembatasan penjualan pakaian bekas impor sembari mencari alternatif penggantinya.
“Ini hampir setiap tahun lah kita angkat, tapi baru kali ini kita bergerak bersama nih, dari teman-teman keuangan, perdagangan memang sudah buat peraturannya, dan kami mengantisipasi dari masa tahun ini sehingga tidak ada gejolak,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































