Menuju konten utama

15 Penerbangan Bandara Bali Batal Imbas Konflik Timur Tengah

Pembatalan terdiri atas 8 penerbangan keberangkatan dan 7 penerbangan kedatangan.

15 Penerbangan Bandara Bali Batal Imbas Konflik Timur Tengah
Situasi Bandara Ngurah Rai. Foto/Dok.Bandara Ngurah Rai

tirto.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sebanyak 15 penerbangan internasional rute Dubai, Abu Dhabi, hingga Doha dilaporkan batal hingga Senin (2/3/2026) siang. Pembatalan ini buntut penutupan ruang udara di kawasan terdampak konflik yang memanas akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Berdasarkan data yang dimiliki Bandara Ngurah Rai per 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, 15 penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan terdiri atas 8 penerbangan keberangkatan dan 7 penerbangan kedatangan.

Penerbangan keberangkatan yang mengalami pembatalan meliputi Emirates EK369 yang seharusnya berangkat pada 28 Februari 2026 pukul 19.50 WITA rute Denpasar–Dubai; Etihad Airways yang seharusnya berangkat pada 28 Februari 2026 pukul 18.45 WITA rute Denpasar–Abu Dhabi; dan Qatar Airways QR963 yang seharusnya berangkat pada 28 Februari 2026 pukul 20.30 WITA rute Denpasar–Doha.

Selanjutnya ada Qatar Airways QR961 yang seharusnya berangkat pada 1 Maret 2026 pukul 02.10 WITA rute Denpasar–Abu Dhabi; Emirates EK399 yang seharusnya berangkat pada 1 Maret 2026 pukul 00.25 WITA rute Denpasar–Dubai; dan Emirates EK369 yang seharusnya berangkat pada 1 Maret 2026 pukul 19.50 WITA rute Denpasar–Dubai.

Kemudian ada Etihad Airways EY477 yang seharusnya berangkat pada 1 Maret 2026 pukul 18.45 WITA rute Denpasar–Abu Dhabi; serta Emirates EK399 yang seharusnya berangkat pada 2 Maret 2026 pukul 00.23 WITA rute Denpasar–Dubai.

Untuk kedatangan, penerbangan yang dibatalkan meliputi Etihad EY476 yang seharusnya tiba pada 1 Maret 2026 pukul 11.35 WITA rute Abu Dhabi–Denpasar; Emirates EK368 yang seharusnya tiba pada 1 Maret 2026 pukul 16.30 WITA rute Dubai–Denpasar; dan Emirates EK398 yang seharusnya tiba pada 1 Maret 2026 pukul 22.20 WITA rute Dubai–Denpasar.

Berikutnya adalah Qatar Airways QR960 yang seharusnya tiba pada 1 Maret 2026 pukul 22.50 WITA rute Doha–Denpasar; Qatar Airways QR961 yang seharusnya tiba pada 2 Maret 2026 pukul 05.10 WITA rute Doha–Denpasar; Emirates EK368 yang seharusnya tiba pada 2 Maret 2026 pukul 16.30 WITA rute Dubai–Denpasar; serta Emirates EK398 yang seharusnya tiba pada 2 Maret 2026 pukul 22.20 WITA rute Dubai–Denpasar.

"Namun, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal," kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, dalam keterangannya, Senin (02/03/2026).

Eka mengatakan, berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan berjumlah 3.197 penumpang keberangkatan. Namun, penanganan penumpang tersebut diserahkan sesuai dengan kebijakan maskapai masing-masing.

"Bandara Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand untuk pesawat dari penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk 5 pesawat udara dari 3 maskapai penerbangan yang terdampak," ungkapnya.

Pihak Bandara Ngurah Rai mengeklaim terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah, serta melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, serta aparatur keamanan bandara. Selain itu, bandara juga menyediakan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional Ngurah Rai.

"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan," tutupnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah