Menuju konten utama

Zulhas Sebut Peluncuran Koperasi Merah Putih Mundur Jadi 19 Juli

Presiden Prabowo Subianto akan hadiri agenda peluncuran Koperasi Merah Putih.

Zulhas Sebut Peluncuran Koperasi Merah Putih Mundur Jadi 19 Juli
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat koordinasi terbatas bidang pangan di Jakarta, Kamis (12/6/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar

tirto.id - Menteri Koordinasi Pangan Zulkifli Hasan mengatakan peluncuran Koperasi Merah Putih diundur ke tanggal 19 Juli 2025 dari sebelumnya direncanakan pada 12 Juli atau bertepatan dengan hari koperasi nasional.

Sebab, Presiden Prabowo Subianto, yang akan hadir dalam seremoni peresmian tersebut, masih dalam agenda kunjungan kerja ke luar negeri dan baru kembali pada tanggal 17 atau 18 Juli 2025.

“Jadi sudah ada dari Menteri Hukumnya. Sampai Juni ini juga sudah dipersiapkan mock up 80 unit dan Insyaallah nanti tanggal 19 akan diluncurkan oleh Bapak Presiden,” ucapnya di Mandiri Corporate University, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (25/6/2025).

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi. Hal ini diperlukan agar dapat memotong rantai pasok yang panjang dan menghilangkan tengkulak. Di samping itu pemerintah juga dapat memiliki infrastruktur untuk melakukan operasi pasar.

“Jadi desa akan ada kegiatan ekonomi juga memotong rantai rantai pasok yang panjang juga akan menghilangkan tengkulak-tengkulak dan yang paling penting adalah pemerintah punya infrastruktur untuk melakukan operasi pasar atau apa pun.” ucap Zulhas

Satu unit koperasi nantinya akan memiliki enam lini usaha yakni pangkalan gas, sembako, agen pupuk, pengeringan, gudang, serta logistik yang dikolaborasikan dengan Pos Indonesia. Di luar itu, ada pula bisnis lain seperti apotek atau klinik yang disesuaikan dengan potensi desa masing-masing.

Koperasi Merah Putih juga akan memanfaatkan koperasi desa yang sebelumnya sudah ada, atau memanfaatkan bangunan seperti sekolah dasar atau balai desa.

“Kalau di Jawa hampir tiap desa ada sekolah dasar. Kalau satu sekolah dasar sudah 6 kelas Pak. Tinggal di-upgrade. Di-branding jadi Kopdes. Jadi kita enggak perlu bangun lagi. Atau ada kantor pemerintahan. Atau kantor pos atau apa yang enggak terpakai. Itu kita branding.” ucap Zulhas.

Baca juga artikel terkait KOPERASI atau tulisan lainnya dari Faisal Bachri

tirto.id - Insider
Reporter: Faisal Bachri
Penulis: Faisal Bachri
Editor: Hendra Friana