Menuju konten utama

Zulhas: 29 Tahun Kita Sibuk Reformasi, Lupa dengan Pertanian

Sektor pertanian kini kembali menjadi prioritas pembangunan nasional di era Presiden Prabowo Subianto.

Zulhas: 29 Tahun Kita Sibuk Reformasi, Lupa dengan Pertanian
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berbincang dengan petani saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (3/2/2025). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan bahwa sektor pertanian kini kembali menjadi prioritas pembangunan nasional di era Presiden Prabowo Subianto, setelah sekian lama luput dari perhatian seluruh pihak.

“Selama 29 tahun kita sibuk dengan reformasi dan lupa pada pertanian. Baru pada masa Presiden Prabowo, fokus itu dikembalikan,” ujar Zulhas saat membuka Jambore Pertanian Jawa Barat 2025 di Kabupaten Kuningan Jabar, seperti dilansir Antara, Selasa (29/4/2025).

Untuk itu, menurut Zulhas penyuluhan pertanian saat ini menjadi bagian sangat penting. Karena petani sebagai pahlawan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian menuju swasembada.

“Penyuluh adalah pahlawan pertanian kita. Mereka mendampingi petani di lapangan, memastikan produksi berjalan baik, dan pangan tetap tersedia untuk rakyat,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh, petani, kepala daerah, serta aparat TNI dan Polri atas kerja keras mereka dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian, hingga akhir April 2025, produksi padi 13,9 juta ton, sementara konsumsi 10,4 juta ton.

“Jadi sampai akhir April, kita sudah lebih 3,5 juta ton. Terima kasih kepada para petani, bupati, penyuluh, TNI dan Polri yang sudah bekerja keras mewujudkan yang diminta oleh Presiden,” katanya.

Zulhas juga menyebutkan bahwa selama periode tersebut, stok gabah kering panen (GKP) nasional telah mencapai 1,5 juta ton.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan jika tahun ini seluruh jaringan irigasi akan diperbaiki, dan pembangunan 15.000 gudang sementara untuk menampung jagung tengah digenjot.

“Kita sedang membangun ekonomi desa. Rakyat harus sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS

tirto.id - Insider
Sumber: Antara
Editor: Dwi Aditya Putra