tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan, stok beras Indonesia akan mencapai 3 juta ton per April 2025. Hal itu berdasarkan laporan dari Mentan, Amran Sulaiman. Padahal, Indonesia melakukan impor beras pada tahun 2024 mencapai 3 juta ton. Oleh karena itu, ia optimistis Indonesia tidak akan melakukan impor beras sampai tahun depan.
"Insya Allah akhir April ini stok beras kita akan mencapai 3 juta ton padahal kita tahun lalu impor hampir 3,6 (juta ton). Jadi sebelum akhir 2025, baru April, Insya Allah saya mengatakan beras, stok beras kita sampai akhir 2026, kita tidak akan impor beras lagi," kata Zulhas saat memberikan sambutan di acara halal-bihalal Partai Amanat Nasional (PAN), di Warung Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/2025).
Zulhas menuturkan, capaian ini didukung oleh upaya pemerintah yang telah memberikan pelayanan baik dan mempermudah petani untuk memperoleh pupuk dengan cepat. Hal itu dilakukan dengan memotong rantai birokrasi penyaluran pupuk yang panjang.
Di sisi lain, pemerintah juga gencar membangun irigasi dan memangkas aturannya yang berbelit-belit demi meningkatkan produktivitas padi. Atas hal itu, Zulhas pun yakin di akhir tahun produksi beras Indonesia bakal meningkat.
“Sekarang lagi gencar membangun irigasi, irigasi juga aturannya berbelit-belit. Harus bupati kalau 1.000 hektare, 3.000 hektare harus gubernur, ini kita pangkas. Boleh semua [Kementerian] Pekerjaan Utama kerjakan,” ujar pria yang juga Ketua Umum PAN ini.
Selain itu, Zulhas akan membangun 20 ribu hektar tambak ikan. Ia mengaku, Kementerian Keluatan Perikanan akan mengerjakan program tersebut demi memenuhi kebutuhan protein di Indonesia.
"Kita setelah ini kita akan all out bersama menteri kelautan untuk menangani apa yang kita sebut dengan protein. Pak menteri kelautan akan membangun 20 ribu hektar tambak," kata Zulhas.
Sebelumnya, Zulhas mengeklaim Indonesia memiliki stok beras paling banyak dibandingkan negara lainnya, terutama di ASEAN. Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan ini menilai Indonesia tidak boleh bergantung dengan negara lain, terkait sektor pangan. Hal itu merespons dampak tarif impor yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap sektor pangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mengungkapkan, produksi beras pada Januari 2025 untuk konsumsi pangan penduduk ditaksir sebesar 1,24 juta ton. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 0,37 juta ton atau 42,21 persen jika dibandingkan dengan produksi beras di 2024 yang sebesar 0,87 juta ton.
Dengan demikian, potensi produksi beras sepanjang Februari–April yakni sebesar 12,71 juta ton beras. Total produksi beras sementara selama periode Januari–April 2025 diperkirakan sekitar 13,95 juta ton beras, melesat sebesar 2,88 juta ton beras (25,99 persen) daripada produksi beras pada periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar 11,07 juta ton beras.
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































