tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memerintahkan Perum Bulog dan jajaran kementerian di bawah koordinasinya untuk meningkatkan pasokan pangan hingga dua kali lipat di daerah-daerah yang terdampak bencana di Sumatra.
Instruksi ini dikeluarkan untuk merespon kondisi darurat pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Saya sudah minta di lingkungan kami, termasuk Bulog, untuk mengirim di tempat-tempat yang terkena bencana meningkatkan suplainya dua kali. Kalau biasanya 500 ton, jadi 1.000 ton," kata Zulhas di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Langkah tersebut diambil menyusul kunjungan kerja Zulhas ke wilayah terdampak di Sumatra Barat dan rencananya ke Sibolga, Tamiang, dan Langsa di Aceh.
Zulhas menggambarkan kondisi korban yang memprihatinkan, di mana banyak keluarga kehilangan anggota keluarga, rumah, dan harta benda mereka saat masih tertidur lelap.
"Saya kemarin di Sumatera Barat itu banyak keluarga yang malam masih tidur suami istri, tiba-tiba paginya istrinya yang hilang atau suaminya yang hilang. Ada anaknya yang hilang. Banyak rumahnya yang hilang. Lebih dari 700 keluarga," ujarnya.
Selain kebutuhan pokok, Zulhas menyoroti kendala utama lainnya yang dihadapi korban bencana, yaitu akses terhadap air bersih dan pakaian layak.
"Anak-anak sekolah itu juga tidak bisa sekolah, pakaiannya tidak ada. Dan selain sembako, air bersih kendalanya,” jelas Zulhas.
Selain itu, dia mengapresiasi respons cepat dari berbagai pihak, termasuk jajaran Kementerian Pertanian yang telah menggalang bantuan lebih dari Rp75 miliar dari para pegawainya bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Pengiriman bantuan secara besar-besaran juga telah dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Bulog. Zulhas juga menyatakan kebahagiaannya melihat solidaritas dan persatuan yang kuat di lapangan.
"Waktu di Sumatera Barat, mobil antri, Pak. Masyarakat juga memberikan bantuan, perusahaan langsung memberi bantuan dari pemerintah pusat, dari mana-mana datang," katanya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































