tirto.id - PT Toba Pulp Lestari (INRU) disebut-sebut menjadi penyebab banjir Sumatra. Nama Luhut Pandjaitan pun muncul bersamaan dengan dugaan tersebut. Cek faktanya apakah PT Toba Pulp Lestari milik Luhut Pandjaitan.
Bencana ekologis berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatra tidak hanya berkaitan dengan alam, tetapi juga faktor manusia. Beberapa perusahaan yang dianggap ikut andil dalam bencana tersebut turut disebut-sebut.
Salah satunya yakni PT Toba Pulp Lestari. Namun, perusahaan itu menegaskan bahwa operasional perusahaan tidak berkaitan dengan tuduhan penyebab bencana ekologis yang belakangan disuarakan sejumlah kelompok masyarakat sipil.
Direktur sekaligus Corporate Secretary Toba Pulp Lestari, Anwar Lawden, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (1/12/2025) menegaskan penolakan atas seluruh tuduhan tersebut.
Anwar menyatakan, seluruh kegiatan hutan tanaman industri (HTI) milik perusahaan PT Toba Pulp Lestari telah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) oleh pihak ketiga guna memastikan penerapan pengelolaan hutan lestari.
Di balik isu ini muncul nama Luhut Binsar Pandjaitan yang disebut merupakan pemilik PT Toba Pulp Lestari. Simak informasi apakah benar perusahaan tersebut milik Luhut Pandjaitan.
Apakah PT Toba Pulp Lestari Punya Luhut Pandjaitan? Cek Faktanya
PT Toba Pulp Lestari Tbk atau yang sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama (INRU) Tbk merupakan salah satu perusahaan industri pulp terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada 26 April 1983 di Sumatra Utara.
Perusahaan yang mulanya dimiliki dan didirikan Sukanto Tanoto ini memulai operasi komersialnya pada 1 April 1989. Tepatnya yakni setelah membangun pabrik berkapasitas besar di sekitar Sungai Asahan.
Konflik perusahaan dengan masyarakat kian meningkat setelah jatuhnya rezim Orde Baru. Misalnya, bentrokan pada 1999 yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka. Presiden BJ Habibie pun menghentikan sementara operasi perusahaan dan memerintahkan audit lingkungan.
Kemudian, pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, perusahaan pun kembali dinyatakan harus ditutup atau direlokasi. Namun, tekanan investasi asing membuat pemerintah memberi izin operasi kembali pada 2000 dengan catatan penghentian produksi rayon.
Perusahaan pun menghentikan operasionalnya pada 2000, dan mengubah nama menjadi PT Toba Pulp Lestari Tbk dalam RUPS 15 November 2000. Ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran. Kemudian, pabrik kembali beroperasi pada 2003 dengan klaim penerapan teknologi ramah lingkungan.
PT Toba Pulp Lestari mengalami beberapa perubahan struktur saham. Hingga akhir 2021, pemegang saham mayoritas perusahaan adalah Pinnacle Company Pte. Ltd. yang mengambil alih saham mayoritas pada 2007.
Kemudian, pada 2025, kepemilikan kembali bergeser pada Allied Hill Limited, perusahaan investasi berbasis Hong Kong yang sepenuhnya dimiliki oleh Everpro Investments Limited milik pengusaha Joseph Oetomo.
Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan telah membantah dirinya memiliki keterlibatan atau kepemilikan di perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL). Bantahan ini disampaikan Luhut melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, untuk merespons informasi yang simpang siur di media sosial maupun ruang publik mengenai beneficial owner TPL yang operasional usahanya disorot usai bencana ekologis melanda Sumatra.
"Informasi tersebut adalah tidak benar. Pak Luhut tidak memiliki, tidak terafiliasi, dan tidak terlibat dalam bentuk apa pun baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Toba Pulp Lestari," ujar Jodi dalam keterangan resminya, Kamis (4/12/2025).
Jodi juga menegaskan bahwa setiap klaim yang beredar terkait kepemilikan atau keterlibatan Luhut di Toba Pulp Lestari merupakan informasi yang keliru dan tidak berdasar.
"Untuk memastikan akurasi dan mencegah penyebaran informasi palsu, kami mempersilahkan media maupun publik untuk melakukan klarifikasi langsung kepada pihak kami apabila diperlukan," tegasnya.
Pembaca yang ingin membaca informasi terkait banjir hari ini dapat mengakses tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id





































