Menuju konten utama

Yayasan Laporkan Dugaan Nepotisme Mitra SPPG ke Kejaksaan Agung

Kasus pemindahan mitra SPPG ini juga terjadi di Jawa Timur, Kalimantan, Banyuwangi, dan sejumlah daerah lainnya.

Yayasan Laporkan Dugaan Nepotisme Mitra SPPG ke Kejaksaan Agung
I Gede Ngurah Eka selaku Ketua Yayasan Garuda Muda Dharmagati usai melapor dugaan nepotisme program MBG ke Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026). tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Ketua Yayasan Garuda Muda Dharmagati, I Gede Ngurah Eka, melaporkan dugaan nepotisme yang terjadi dalam proses pemindahan mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dugaan nepotisme tersebut kemudian dilaporkan ke Kejaksaan Agung setelah pelengkapan bukti-bukti disertakan.

Ngurah Eka menerangkan dugaan nepotisme ini dialami yayasannya, di mana terdapat delapan mitra dapur yang bekerja sama. Kemudian, empat di antaranya melakukan perpindahan ke yayasan lain secara diam-diam ke Yayasan AS yang dibina oleh anggota intel Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Fahrudin.

"Padahal, proses pemindahan yayasan dari yang sudah terjadi sebelumnya itu memakan waktu 6 bulan sampai 8 bulan. Jadi, prosesnya cepat dan ini tidak sesuai prosedur," kata Ngurah Eka di Kompleks Kejaksaan Agung, Senin (9/3/2026).

Menurut Ngurah Eka, saat proses pemindahan yayasan pun, empat mitra dapur tersebut berhenti beroperasi selama dua bulan. Padahal, dalam aturan tidak boleh berhenti karena tetap harus memenuhi kebutuhan Makan Begizi Gratis (MBG).

Dia juga mengungkapkan kasus pemindahan mitra SPPG ini juga terjadi di Jawa Timur, Kalimantan, Banyuwangi, dan sejumlah daerah lainnya. Para kepala yayasan di daerah-daerah itu, kata Ngurah Eka, menghubunginya untuk menyampaikan keluhan serupa.

“Sebenarnya ada 20 ketua yayasan yang juga memiliki kendala yang sama. Jadi, mitra mereka dipindahkan secara diam-diam, tiba-tiba mereka sudah tidak terdaftar sebagai mitra yayasan tersebut. Tapi, mungkin karena rasa takut atau bagaimana, jadinya kami yang memulai pertama," ungkap Ngurah Eka.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi adanya peristiwa tersebut. Dia justru menyarankan kepada pelapor agar juga memberikan data tersebut kepada BGN.

"Belum mengetahui informasi, siapa yang melapor, yayasan apa yang dipindahkan, lokasinya di mana dan kapan. Saran saya kepada pelapor, silakan informasikan kepada BGN," ujar Sonny saat dikonfirmasi reporter Tirto.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi