Menuju konten utama

Wamenkeu Akui Kenaikan Yield Obligasi Juga Terjadi di Amerika

Menurut Juda, kenaikan yield terjadi imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

Wamenkeu Akui Kenaikan Yield Obligasi Juga Terjadi di Amerika
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026). tirto.id/Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengakui terdapat kenaikan dalam imbal hasil (yield) obligasi, khususnya surat berharga negara (SBN). Di satu sisi, yield obligasi SBN di Amerika Serikat (AS) disebut juga mengalami kenaikan.

"Kinerja pasar SBN juga masih baik. Artinya, market masih percaya terhadap kondisi fiskal kita. Yield agak naik memang, tapi di Amerika juga naik," tutur Juda di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).

Menurut Juda, kenaikan yield terjadi imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Namun, dalam jangka waktu 10 taun, angka yield SBN diklaim cenderung stabil.

Ia menilai, angka yield SBN cenderung stabil lantaran pihak investor dalam negeri maupun investor asing masih menggelontorkan uang untuk berinvestasi di Tanah Air.

"Investor domestik maupun global masih percaya dengan kondisi fiskal kita. Kalau kondisi fiskalnya sudah jeblok, tentu saja dia akan meningkat drastis seperti pada saat krisis-krisis di 2008, 2018, dan sebagainya," sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Juda turut menyinggung soal nilai cadangan devisa (cadev) Indonesia yang masih lebih baik daripada sejumlah negara lain di Asia Tenggara. Salah satu negara dengan cadev yang lebih rendah, yakni Vietnam.

Adapun cadev Indonesia per akhir Maret 2026 mencapai 148,2 miliar dolar AS. Cadev itu sejatinya menurun sejak awal 2025.

"Kalau kita lihat fundamentalnya, Indonesia fundamentalnya jauh lebih baik. Ambil salah satu indikator saja, cadangan devisa Vietnam itu di bawah 3 persen bulan impor, sementara kita masih sekitar 6 persen, 5 sekian [persen] mendekati 6 persen," ucapnya.

Baca juga artikel terkait OBLIGASI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto