tirto.id - Posting Instagram mantan penyanyi cilik Leony Vitria Hartanti yang membedah anggaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan tahun 2024 banjir dukungan dari publik. Leony membeberkan beberapa kejanggalan yang ia temukan dari laporan keuangan Tangsel itu.
Setelah viral karena curhatannya soal pajak waris dan biaya balik nama rumah warisan ayahnya yang dianggap memberatkan, Leony Vitria kembali menjadi topik panas setelah merinci anggaran keuangan di Kota Tangerang Selatan.
Leony memposting temuan mengenai penggunaan anggaran di Kota Tangerang Selatan di Instagram @leonyvh. Ia membuat rangkuman setelah membaca 520 halaman laporan anggaran keuangan tersebut.
Kejanggalan Anggaran Tangsel
Pemerintah Kota Tangerang Selatan membuat 127 program selama periode 2024 lalu. Dari tabel realisasi anggaran, berikut beberapa kejanggalan yang ditemukan Leony Vitria saat melihat laporan anggaran keuangan di Kota Tangerang Selatan tahun 2024 lalu:
1. Biaya pembelian alat tulis kantor Rp38 miliar, serta biaya pembelian kertas dan cover tertulis Rp6 miliar
Leony menilai, jumlah Rp38 miliar untuk alat tulis kantor (ATK) dinilai tidak wajar dan berlebihan, apalagi ditambah lagi dengan Rp6 miliar hanya untuk kertas dan cover.Dengan total Rp44 miliar, Leony mempertanyakan berapa banyak unit kerja yang menggunakan ATK, serta efisiensi sistem administrasi, terutama di era digital yang seharusnya mengurangi konsumsi kertas dan ATK.
2. Biaya perjalanan dinas mencapai Rp117 miliar dalam setahun
Angka Rp117 miliar untuk perjalanan dinas hanya satu kota menimbulkan dugaan bahwa ada pemborosan atau penyalahgunaan anggaran, terutama jika tidak disertai transparansi soal frekuensi, tujuan, dan hasil dari perjalanan dinas tersebut.3. Dana souvenir, makanan & minuman mencapai puluhan miliar
Anggaran konsumsi dan souvenir biasanya bersifat pelengkap atau sekunder, namun di Tangsel tahun 2024 mencapai angka puluhan miliar.Hal ini memunculkan kesan gaya hidup birokrasi yang boros, terutama bila dibandingkan dengan minimnya alokasi anggaran untuk kebutuhan masyarakat langsung seperti infrastruktur atau bantuan sosial.
4. Alokasi perbaikan jalan hanya sebesar Rp731 juta.
Jalan adalah fasilitas publik utama yang sangat dirasakan langsung oleh warga. Anggaran yang sangat rendah mengindikasikan bahwa kebutuhan dasar justru tidak menjadi prioritas.Namun, Leony berbaik sangka dengan menyebut kemungkinan anggaran perbaikan jalan yang tidak sampai Rp1 miliar itu karena jalanan di Kota Tangsel tidak perlu perbaikan.
5. Bantuan Sosial (Bansos) hanya sebesar Rp136 juta
Angka Rp136 juta tentu sangat jomplang dibandingkan anggaran konsumtif lainnya. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, alokasi bansos yang minim memperlihatkan ketimpangan dalam prioritas anggaran.Leony membuat perbandingan bantuan sosial jika dibagi rata per orang, dana tersebut tidak akan mencukupi bahkan untuk satu bungkus mie instan.
Setelah postingannya ini viral, Leony pun mendapat dukungan dari banyak orang. Bahkan ada yang meminta Leony untuk membedah keuangan di tempat asal mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons dari Pemkot Tangsel mengenai bedah anggaran ini.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































