Menuju konten utama

Update Virus Nipah di India 2026: 2 Kasus Terkonfirmasi

Pemerintah India mengonfirmasi bahwa kasus Nipah yang saat ini positif berjumlah 2. Ini merupakan update dari informasi sebelumnya yang menyebut 5 kasus.

Update Virus Nipah di India 2026: 2 Kasus Terkonfirmasi
Ilustrasi virus nipah. (FOTO/iStockphoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah India akhirnya membuat pernyataan resmi terkait virus Nipah yang mewabah di negaranya. Otoritas setempat membantah jika ada lima kasus terkonfirmasi virus Nipah, melainkan hanya 2 kasus.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India mengeluarkan pernyataan resmi yang diunggah di portal mereka tentang virus Nipah.

Sejak Desember tahun 2025 lalu, hanya dua kasus penyakit virus Nipah (NiVD) yang dikonfirmasi di negara bagian West Bengal, India, menurut laporan resmi dari National Centre for Disease Control (NCDC).

“Dalam konteks ini, perlu diklarifikasi bahwa, berdasarkan laporan yang diterima dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (NCDC), hanya dua kasus terkonfirmasi Penyakit Virus Nipah yang dilaporkan dari Benggala Barat sejak Desember tahun lalu hingga saat ini,” bunyi pengumuman tersebut.

Setelah kedua kasus ini terdeteksi, Pemerintah India bersama Pemerintah West Bengal segera mengambil langkah-langkah kesehatan masyarakat yang cepat dan menyeluruh sesuai protokol yang sudah ada, termasuk identifikasi, pelacakan, dan pemantauan orang-orang yang kontak dengan pasien.

Hasilnya, sebanyak 196 orang yang terlibat kontak terkait kedua kasus tersebut telah dilacak, dipantau, dan diuji, dan semuanya ditemukan tidak menunjukkan gejala serta hasil tes negatif terhadap virus Nipah.

Untuk memastikan penyebaran virus dapat dikendalikan, dilakukan pengawasan yang diperkuat, pemeriksaan laboratorium, dan investigasi lapangan melalui kerja sama antara instansi kesehatan pusat dan negara bagian.

Hingga saat ini, tidak ada kasus baru virus Nipah yang terdeteksi, dan situasi terus dipantau secara ketat dengan semua langkah pencegahan yang diperlukan tetap diterapkan.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga menghimbau masyarakat dan media untuk hanya mengandalkan informasi resmi dari sumber yang diverifikasi dan tidak menyebarkan laporan spekulatif atau tidak terkonfirmasi.

Apa Itu Virus Nipah dan Kenapa Mematikan?

Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, dan juga bisa menular antar manusia atau melalui makanan yang terkontaminasi.

Gejala virus ini sangat bervariasi, mulai dari infeksi ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali, hingga penyakit pernapasan akut dan peradangan otak (ensefalitis) yang bisa berakibat fatal.

Kelelawar buah merupakan inang alami virus ini, namun virus Nipah juga pernah menginfeksi hewan lain seperti babi, kucing, kambing, kuda, dan domba.

Virus dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau cairannya, dan dapat menular antar manusia melalui kontak dekat atau cairan tubuh penderita, meskipun penularan antar-manusia jarang terjadi dan tidak ada bukti penularan melalui kontak biasa.

Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1998–1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura, yang menimbulkan hampir 300 kasus dan lebih dari 100 kematian.

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat resmi untuk virus Nipah, sehingga pengobatan terbatas pada perawatan suportif, termasuk pengawasan neurologis ketat untuk mencegah komplikasi serius seperti kejang, koma, atau kematian prematur.

Pencegahan penyebaran virus dilakukan melalui pengawasan ketat, investigasi lapangan, dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, terutama di unit perawatan intensif atau saat menangani pasien dengan infeksi otak atau paru-paru yang parah dan belum diketahui penyebabnya.

Ahli penyakit menular menekankan pentingnya diagnosis dini, pemantauan komplikasi, dan kepatuhan terhadap protokol pengendalian infeksi, karena perhatian yang tepat terhadap pasien dapat mencegah risiko kematian.

“Perhatian terhadap tindakan pencegahan pengendalian infeksi, terutama di unit perawatan intensif atau dalam menangani pasien dengan infeksi otak atau dada yang parah dan tidak diketahui penyebabnya, sangat penting,” kata Profesor Paul Tambyah, mantan presiden Asia-Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection dikutip The Straits Times.

Masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis jika muncul gejala serius, seperti sakit kepala hebat, kebingungan, atau kesulitan bernapas.

Hingga saat ini, virus Nipah tetap terbatas di wilayah pedesaan West Bengal, India, dengan dua kasus terbaru dilaporkan pada tenaga kesehatan, dan belum ada kasus yang tercatat di luar India, meskipun negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Vietnam meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga artikel terkait VIRUS NIPAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra