Menuju konten utama

Negara Asia Waspada Nipah & Awasi Bandara, Bagaimana Indonesia?

Negara-negara di Asia mulai waspada soal penyebarn virus Nipah dengan memperketan pengawasan di bandara. Bagaimana di Indonesia?

Negara Asia Waspada Nipah & Awasi Bandara, Bagaimana Indonesia?
Ilustrasi Bandara. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejak India melaporkan lima kasus terkonfirmasi positif virus nipah pada awal pekan ini, banyak negara khususnya di Asia yang memperketat keamanan bandaranya.

Virus Nipah baru-baru ini terdeteksi di West Bengal, India. Lima orang yang berasal dari tenaga medis dilaporkan positif virus nipah. Selain lima orang yang harus dirawat intensif, sekitar 100 orang harus menjalani karantina mandiri karena berinteraksi dengan pasien.

Virus Nipah (Nipah virus/NiV) adalah virus berbahaya yang dapat menular dari hewan, seperti kelelawar dan babi, ke manusia (zoonosis) dan juga bisa menular antar manusia.

Negara Asia Perketat Bandara karena Virus Nipah

Beberapa negara di Asia kembali memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara, mirip seperti saat pandemi Covid-19, setelah muncul laporan kasus virus Nipah di India.

Langkah berupa pemeriksaan suhu tubuh, pemantauan gejala, serta pengawasan terhadap penumpang yang datang dari daerah terdampak ini diambil sebagai tindakan pencegahan agar virus tidak menyebar ke negara lain melalui perjalanan internasional.

Thailand menjadi negara pertama yang mengumumkan jika mereka akan memperketat pengawasan kesehatan di Bandara Suvarnabhumi, Phuket, dan Don Mueang.

Salah satu langkah utama adalah pemeriksaan kesehatan yang intensif terhadap semua penumpang yang datang dari daerah berisiko.

Para pelancong ini juga diberikan Health Beware Card, yaitu kartu berisi informasi gejala virus Nipah dan imbauan agar segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda-tanda infeksi dalam waktu 21 hari setelah tiba di Thailand.

Selain itu, pemerintah Thailand menyiapkan ruang isolasi dan sistem rujukan medis untuk menangani orang yang dicurigai terinfeksi.

Seperti diberitakan Gulf News, Nepal mulai memperketat pemeriksaan di Bandara Internasional Tribhuvan dan perbatasan darat dengan India. Pos kesehatan telah didirikan untuk menangani kasus-kasus yang dicurigai.

Sedangkan Taiwan berencana menetapkan virus Nipah sebagai penyakit menular tingkat tertinggi, sehingga setiap kasus harus segera dilaporkan dan ditangani secara ketat.

Otoritas Indonesia dan Malaysia masih dalam posisi memantau perkembangan. Namun, mereka memastikan prosedur pemeriksaan kesehatan di bandara telah dijalankan dengan baik selama ini.

“Setiap langkah kesehatan masyarakat akan diputuskan berdasarkan informasi yang terkonfirmasi dan penilaian risiko yang cermat, sesuai dengan kebijakan nasional dan prosedur yang telah ditetapkan,” kata Kementerian Kesehatan Malaysia dikutip The Straits Times.

“Upaya pemerintah memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain, baik melalui kanal resmi dan/atau media monitoring,” papar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Rokomyanmas kepada Tirto, Selasa (27/1/2026).

Update Virus Nipah di India

Dr. Narendra Kumar Arora, Presiden AIIMS Bilaspur dan Ketua Kelompok Kerja Covid-19 India di National Technical Advisory Group, menjelaskan tentang keberadaan virus Nipah di India.

Ia menyebutkan bahwa dua negara bagian, Kerala dan West Bengal, merupakan daerah endemik, artinya virus ini memang secara rutin muncul di wilayah tersebut.

Menurut Dr. Arora, wabah terbaru di West Bengal pertama kali terdeteksi pada lima tenaga kesehatan setelah seorang pasien meninggal karena penyakit yang tidak diketahui. Saat ini, sedang dilakukan penyelidikan terhadap sekitar 100 hingga 200 orang lain yang kemungkinan terpapar virus.

Dr. Arora menekankan, sampai saat ini belum ada vaksin untuk virus Nipah. Pengobatan yang tersedia adalah pemberian antibodi monoklonal segera setelah seseorang terdiagnosis, namun persediaannya sangat terbatas di seluruh dunia.

“Saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk virus ini, dan antibodi monoklonal harus diberikan segera setelah seseorang didiagnosis terinfeksi virus Nipah,” kata Dr. Arora dikutip NDTV.

Selain itu, Dr. Arora mengingatkan masyarakat agar mengurangi kontak antara manusia dan hewan yang dapat membawa virus, khususnya kelelawar buah, untuk mencegah penularan.

Baca juga artikel terkait VIRUS NIPAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra