tirto.id - Virus Nipah kembali mengancam setelah India melaporkan lima kasus terkonfirmasi hingga awal pekan ini dan sekitar 100 orang harus dikarantina akibat virus tersebut. Lantas, apa itu virus nipah? Bagaimana gejala dan cara mencegahnya?
Bahaya virus nipah sedang menghantui dunia saat ini. Kasus yang terjadi di India membuat banyak negara-negara di Asia menerapkan status pengamanan khusus di gerbang kedatangan bandara mereka.
Negara seperti Thailand, Nepal, dan Taiwan dilaporkan telah memperketat pengawasan kesehatan setelah kasus positif virus nipah terjadi di West Bengal, India. Mereka memberlakukan protokol pengawasan seperti saat pandemi Covid-19 dulu.
Apa Itu Virus Nipah?
Menurut laman resmi World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis artinya virus ini menular dari hewan ke manusia.
Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi. Saat itu, banyak babi menunjukkan gejala tidak normal seperti demam, sulit bernapas, dan kejang.
Dari penyelidikan para ahli dan catatan WHO, diketahui bahwa sumber awal virus ini adalah kelelawar buah, yang kemudian menularkannya ke babi, lalu dari babi ke manusia.
Kelelawar buah disebut sebagai “reservoir alami” virus Nipah, artinya virus tersebut bisa hidup di tubuh kelelawar tanpa membuat kelelawar sakit. Namun, virus ini dapat berpindah ke hewan lain atau manusia.
Salah satu penyebab utama penularan ini adalah kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan. Ketika hutan ditebang, kelelawar kehilangan tempat tinggalnya dan akhirnya mencari makanan di dekat pemukiman manusia dan peternakan, termasuk peternakan babi. Dari sinilah virus Nipah berpindah dari kelelawar ke babi, lalu ke manusia.
Sejak pertama kali ditemukan, wabah virus Nipah tidak hanya terjadi di Malaysia, namun juga muncul di Bangladesh sejak 2001 dan hampir terjadi setiap tahun, serta India bagian timur.
Selain itu, keberadaan virus ini juga terdeteksi pada kelelawar di beberapa negara lain, termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, Ghana, dan Madagaskar, sehingga wilayah-wilayah tersebut dianggap berisiko.
Ini Gejala Ringan hingga Berat Virus Nipah
Infeksi virus Nipah pada manusia memiliki tingkat keparahan yang sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, hingga penyakit berat yang bisa berujung kematian.
Setelah seseorang terpapar virus Nipah, gejala biasanya muncul dalam waktu 4–14 hari, meskipun dalam kasus tertentu bisa muncul hingga 45 hari kemudian.
Gejala Awal
Pada tahap awal, gejala virus Nipah sering kali mirip flu biasa, sehingga sulit dikenali. Gejala tersebut meliputi:- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Muntah
- Sakit tenggorokan
Gejala Lanjutan
Jika infeksi berkembang, penderita dapat mengalami:- Pusing
- Mengantuk berlebihan
- Kebingungan atau perubahan kesadaran
- Gangguan saraf, seperti sulit berpikir atau bergerak normal
Gejala Berat (Kondisi Darurat)
Pada kasus yang parah, virus Nipah dapat menyerang otak dan menyebabkan radang otak (ensefalitis), dengan gejala:- Radang otak akut (ensefalitis)
- Kejang
- Hilang keseimbangan
- Koma dalam 24–48 jam
- Pneumonia berat
- Gagal napas akut
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun obat khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, pencegahan adalah langkah paling penting, berikut langkah-langkahnya:
1. Menghindari Penularan dari Hewan
- Hindari kontak langsung dengan hewan berisiko, seperti kelelawar dan babi, terutama yang sakit
- Jangan menyentuh hewan yang mati mendadak tanpa alat pelindung
- Gunakan sarung tangan, masker, dan sepatu tertutup saat menangani hewan atau kotorannya
- Daging hewan harus dimasak dengan baik, hindari memakan daging mentah
2. Mencegah Penularan Lewat Makanan
- Cuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi
- Kupas buah sebelum dimakan
- Buang buah yang terlihat bekas gigitan kelelawar
- Hindari konsumsi minuman atau makanan mentah yang berisiko terkontaminasi hewan
3. Mencegah Penularan Antar Manusia
- Hindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan orang yang sakit, terutama yang terinfeksi virus Nipah
- Selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
- Gunakan masker saat berada di tempat ramai atau saat merawat orang sakit
- Tenaga kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri lengkap
4. Menjaga Kebersihan dan Kewaspadaan
- Terapkan pola hidup bersih dan sehat
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam disertai gangguan saraf atau pernapasan
- Ikuti arahan dari petugas kesehatan dan pemerintah
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































