Menuju konten utama

Ciri-ciri Virus Nipah yang Mewabah di India pada Januari 2026

Ciri-ciri virus Nipah yang harus diwaspadai setelah mewabah di India pada Januari 2026. Gejala virus ini dari ringan sampai berat dan mematikan.

Ciri-ciri Virus Nipah yang Mewabah di India pada Januari 2026
Ilustrasi Pasien. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Temuan kasus terkonfirmasi virus Nipah di India membuat beberapa negara di Asia khususnya memperketat pengawasan kesehatan pada warganya. Kenali ciri-ciri virus Nipah

Virus Nipah adalah virus yang bisa menularkan penyakit dari hewan ke manusia, dan juga bisa menyebar antar hewan.

Virus ini dibawa oleh kelelawar pemakan buah dari jenis Pteropus, yang sering disebut kelelawar terbang (flying fox). Kelelawar ini biasanya tidak sakit, namun bisa membawa dan menyebarkan virus Nipah.

Berdasarkan keterangan di laman resmi Lembaga Kesehatan Masyarakat AS (CDC US), virus Nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1999, setelah terjadi wabah di Malaysia dan Singapura yang menyerang babi dan manusia.

Dalam wabah tersebut, sekitar 300 orang jatuh sakit dan lebih dari 100 orang meninggal dunia. Pada kejadian awal ini, virus Nipah menyebar dari kelelawar ke babi, lalu menular ke manusia yang bekerja atau berhubungan dekat dengan babi yang terinfeksi.

Ciri-ciri Virus Nipah

Berikut ciri-ciri seseorang telah terinfeksi virus Nipah dikutip dari laman resmi Badan Keamanan Kesehatan Inggris:

1. Masa Inkubasi: 4–21 hari

Waktu dari seseorang terinfeksi hingga gejala muncul biasanya antara 4 sampai 21 hari, namun kadang bisa lebih lama.

2. Gejala Awal Mirip Flu

Orang yang terinfeksi sering mengalami demam mendadak, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan lemas. Gejala ini bisa membuat penderita awalnya terlihat seperti sakit flu biasa.

3. Masalah Pernapasan

Beberapa pasien dapat mengalami pneumonia atau kesulitan bernapas, terutama jika virus mulai menyerang saluran pernapasan.

4. Ensefalitis atau Meningitis

Komplikasi paling serius adalah radang otak (ensefalitis) atau selaput otak (meningitis). Gejala ini biasanya muncul 3–21 hari setelah gejala awal, dan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian tinggi.

5. Tingkat Kematian Tinggi

Sekitar 40–75% orang yang terinfeksi Virus Nipah meninggal dunia, menjadikannya salah satu virus yang sangat mematikan.

6. Gangguan Saraf Jangka Panjang

Bagi yang selamat, mungkin mengalami masalah saraf permanen, seperti kejang terus-menerus, kesulitan bergerak, atau perubahan kepribadian.

7. Reaktivasi Virus (Jarang Terjadi)

Dalam kasus yang sangat jarang, Virus Nipah dapat aktif kembali beberapa bulan atau bahkan tahun setelah infeksi awal, menyebabkan penyakit baru.

Update Nipah di India: 2 Kasus Terkonfirmasi, Sebelumnya 5

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India merilis pernyataan resmi pada Selasa, 27 Januari 2026. Pemerintah India menegaskan bahwa sejak Desember tahun lalu hingga saat ini hanya terdapat dua kasus terkonfirmasi penyakit Virus Nipah di wilayah West Bengal, berdasarkan laporan resmi dari National Centre for Disease Control (NCDC).

Klarifikasi ini disampaikan karena beredarnya informasi di sejumlah media yang menyebutkan jumlah kasus yang tidak akurat dan bersifat spekulatif.

Setelah kedua kasus tersebut dipastikan, Pemerintah India bersama Pemerintah Negara Bagian West Bengal segera mengambil langkah penanganan kesehatan masyarakat secara cepat dan menyeluruh sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Sebanyak 196 orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien berhasil diidentifikasi, dilacak, dipantau kesehatannya, dan dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh kontak tersebut tidak mengalami gejala apa pun dan hasil tes mereka negatif terhadap Virus Nipah.

Selain itu, pengawasan kesehatan diperketat melalui peningkatan pemantauan, pengujian laboratorium, serta penyelidikan lapangan yang dilakukan secara terkoordinasi oleh instansi kesehatan pusat dan daerah, sehingga penyebaran penyakit dapat dikendalikan dengan baik.

Hingga saat ini tidak ditemukan kasus tambahan Virus Nipah, dan situasi terus dipantau secara ketat oleh otoritas kesehatan.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India juga mengimbau masyarakat dan media untuk mengandalkan informasi yang telah diverifikasi dari sumber resmi pemerintah serta menghindari penyebaran berita yang belum dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Baca juga artikel terkait VIRUS NIPAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra