tirto.id - Pakistan dan Afganistan bersepakat untuk menerapkan gencatan senjata sementara selama 48 jam mulai Rabu (15/10) pukul 18.00 waktu setempat. Penghentian ini menyusul seruan dari kekuatan-keutan regional seperti Arab Saudi dan Qatar.
Pertempuran antara Pakistan dan Afganistan sebelumnya meletus di sepanjang Garis Durand, perbatasan kedua negara, Sabtu (11/10) waktu setempat. Reuters memberitakan jika perang ini terjadi setelah Islamabad menuntut Afghanistan mengendalikan militan yang meningkatkan serangan ke Pakistan.
Pakistan mengatakan bahwa mereka beroperasi dari tempat perlindungan di Afganistan. Taliban membantah tuduhan tersebut dan menilai militer Pakistan menyebarkan informasi yang salah.
NPR memberitakan bahwa Pakistan sedang bergulat dengan serangan militan yang meningkat sejak 2021 ketika Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan.
Apakah Perang Afghanistan dan Pakistan Sepakat Damai?
Pakistan dan Afghanistan menyetujui gencatan senjata sementara pada Rabu (15/10) pukul 18.00 waktu setempat. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebutkan bahwa gencatan senjata telah dilakukan berdasarkan permintaan Afganistan.
"Pemerintah Pakistan dan rezim Taliban Afghanistan, berdasarkan kesepakatan bersama kedua belah pihak, telah mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata sementara selama 48 jam ke depan, dimulai pukul 18:00 hari ini (waktu setempat), atas permintaan Taliban," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan sebagaimana diberitakan Antara.
Akan tetapi, juru bicara utama pemerintah Taliban Afganistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa gencatan senjata dilakukan atas “desakan” pihak Pakistan. Dalam konfirmasi melalui postingan media sosial tersebut, Mujahid tidak menuliskan batas waktu 48 jam.
Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa seluruh pasukan Afghanistan telah diperintahkan untuk mematuhi gencatan senjata selama tidak ada yang melanggarnya.
Mujahid juga menjelaskan bahwa Pakistan menggunakan senjata ringan dan berat dalam serangan di Spin Boldak, Kandahar, pada Rabu. Pejabat keamanan Pakistan mengonfirmasi serangan tersebut.
Pakistan menargetkan satu brigade pasukan Taliban dan membuat puluhan orang tewas. Pasukan Afghanistan membalas tembakan dan menewaskan beberapa tentara Pakistan. Mereka juga merebut pos-pos militer dan menyita senjata termasuk tank.
Berita lain tentang konflik Pakistan, Palestina, dan sebagainya dapat dilihat secara gratis melalui tautan sebagai berikut:
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































