Menuju konten utama

Sejarah Taliban Afganistan & Apa Tujuan Kunjungi Indonesia?

Sejarah Taliban menguasai Afganistan dan tujuannya mengunjungi Indonesia.

Sejarah Taliban Afganistan & Apa Tujuan Kunjungi Indonesia?
Dalam file foto 19 Agustus 2021 ini, pejuang Taliban mengibarkan bendera mereka saat berpatroli di Kabul, Afghanistan. Kemenangan Taliban di Afghanistan memberi dorongan bagi militan di negara tetangga Pakistan. Taliban Pakistan, yang dikenal sebagai TTP, semakin berani di daerah kesukuan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. (AP Photo/Rahmat Gul, File)

tirto.id - Taliban melakukan kunjungan ke Jakarta, Indonesia pada awal Juli lalu. Kunjungan tersebut telah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak.

Pemerintah Indonesia melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah menjelaskan pada Selasa, 25 Juli 2023 bahwa kedatangan Taliban ke Indonesia untuk urusan internal dengan perwakilan Afghanistan di Jakarta.

Kunjungan tersebut, kata Teuku, bersifat informal dan tidak ada pertemuan apa pun dengan pihak pemerintah.

Lebih lanjut, Teuku menjelaskan bahwa dia tidak mengetahui siapa saja tokoh yang dikunjungi Taliban selama berada di Jakarta.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan versi Taliban, Hafiz Zia Ahmad lewat Twitter pribadinya pada Sabtu, 15 Juli 2023 mengatakan, kunjungan yang dilakukan itu dipimpin oleh Wakil Presiden Afghanistan versi Taliban, Mugfurullah Shahab.

Lawatan itu, menurut Hafiz Zia Ahmad bertujuan untuk mengunjungi Kedutaan Besar Afghanistan di Indonesia, meninjau pekerjaan kedutaan dan menginstruksikan para diplomatnya untuk meningkatkan urusan dan transparansi.

“Selain itu, delegasi mengadakan pertemuan dan diskusi yang bermanfaat dengan beberapa cendekiawan, politisi, dan pengusaha di Indonesia di bidang penguatan dan penguatan hubungan politik dan ekonomi bilateral,” tulisnya pada akun @HafizZiaAhmad1.

“Perwakilan kedua negara memuji capaian Imarah Islam Afghanistan dalam dua tahun terakhir dan menyerukan penguatan hubungan bilateral demi kepentingan rakyat kedua negara,” tulisnya.

Walaupun disebutkan bahwa kunjungan Taliban ke Indonesia beberapa waktu lalu adalah kunjungan informal atau tidak resmi dan tidak berhubungan dengan pemerintah. Ini tetap menjadi sorotan publik, sebab Indonesia hingga saat ini adalah salah satu dari banyak negara dunia yang tidak mengakui Taliban sebagai pemerintah resmi Afghanistan.

Sejarah Taliban yang Kunjungan ke Indonesia

Taliban menguasai Afghanistan dan mengambil alih istana presiden pada Minggu, 15 Juli 2021 lalu, kejadian itu membuat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri ke luar negeri.

Perebutan kekuasaan di Afghanistan dimulai ketika pada periode 1992–1996. Kala itu terjadi perang sipil antarfraksi gerilyawan Mujahidin untuk menguasai Afghanistan.

Selama periode ini, marak terjadi pemerkosaan terhadap perempuan, perbuatan keji itu dilakukan untuk mengintimidasi dan meneror masyarakat dari faksi etnis berbeda. Setelah lebih kurang empat tahun perang saudara itu berlangsung sengit.

Taliban muncul sebagai pemain penting, mereka berhasil mengendalikan Kandahar, kota terbesar setelah Kabul. Taliban menjanjikan bahwa kota yang mereka kuasai akan tetap aman.

Kehadiran Taliban diterima oleh sejumlah masyarakat yang muak dengan terror dan kekejaman yang terjadi di era Mujahidin. Pada tahun 1996 Taliban secara resmi melengserkan presiden komunis terakhir Afghanistan, Najibullah Ahadzai.

Selama menguasai Afghanistan, Taliban memberlakukan hukum Islam dan pembatasan super ketat. Mereka berdalih pembatasan itu dilakukan demi memastikan perang saudara tidak terulang kembali.

Pembatasan itu juga melarang perempuan mendapatkan pendidikan dan pekerjaan, kecuali dokter perempuan. Siapa pun yang tidak patuh akan dipenjara atau dipukuli di depan umum.

Tidak hanya itu, Taliban juga memberlakukan hukuman berdasarkan interpretasi ketat mereka terhadap hukum Syariah, seperti eksekusi publik terhadap pembunuh dan pezina yang dihukum, dan amputasi bagi mereka yang terbukti bersalah melakukan pencurian.

Akibatnya, mereka menuai banyak kecaman, mereka dianggap telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan budaya.

Kemudian, pada tahun 1999, PBB memberikan sanksi pada Taliban atas hubungan mereka dengan Al-Qaeda. Lalu, pada 11 September 2001, Al-Qaeda dipersalahkan atas serangan mematikan di Amerika Serikat (AS).

AS lalu memburu pimpinan Al-Qaeda, Osama bin Laden yang bersembunyi di Afghanistan. Namun, Taliban pada saat itu menolak menyerahkan Osama bin Laden. Taliban menuntut Presiden AS saat itu George W Bush untuk membuktikan apabila Osama bin Laden memang benar terlibat.

Namun, pada 7 Oktober 2001 AS yang ngotot untuk memusnahkan Al-Qaeda akhirnya melakukan invansi militer ke Afghanistan. Invansi AS itu berujung pelengseran pemerintahan Taliban. Pada Desember 2001 pemerintah sementara dibentuk dan dipimpin oleh Hamid Karzai.

Meski sudah lengser dari pemerintahan, nyatanya perlawanan Taliban tetap eksis, hingga pada Februari 2020 terjadi kesepakatan antara AS dan Taliban. Hasilnya, pasukan AS akan ditarik mundur apabila Taliban memutus hubungan mereka dengan Al-Qaeda dan mencegah terorisme berkembang di Afghanistan.

Juli 2021, AS menarik hampir seluruh kekuatan militernya dari Afghanistan. Kemudian, 15 Juli 2023 Taliban berhasil menduduki istana presiden dan menguasai lebih dari 50 persen wilayah Afghanistan.

Baca juga artikel terkait NEW URGENT atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Politik
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto