tirto.id - Gelombang demonstrasi besar mengguncang Australia pada Sabtu (13/9/2025). Aksi bertajuk Australia Unites Against Government Corruption ini berlangsung serentak di 12 kota besar. Ribuan warga turun ke jalan membawa beragam tuntutan, dari isu antikorupsi hingga antirasisme.
Empat lokasi aksi jadi sorotan utama antara lain Sydney, Brisbane, Hobart, dan Adelaide. Di kota-kota ini, massa tumpah ruah dengan spanduk yang mengecam kebijakan pemerintah. Seruan solidaritas untuk Palestina dan hak-hak warga Aborigin turut menggema di antara tuntutan lainnya.
Aksi 13 September tak bisa dilepaskan dari insiden penyerangan terhadap kamp komunitas Aborigin di Melbourne dua pekan sebelumnya. Pada 31 Agustus 2025, puluhan pria berpakaian hitam menyerbu Camp Sovereignty usai demo anti-imigrasi bertajuk March for Australia. Serangan ini memicu kemarahan luas dan memperkuat solidaritas lintas kelompok dalam aksi protes terbaru.
Demo Australia di Mana Saja?
Aksi besar pada 13 September 2025 digelar serentak di 12 kota di seluruh Australia. Kota yang menjadi tujuan aksi yaitu Adelaide, Brisbane, Cairns, Canberra, Darwin, Hobart, Grafton, Katoomba, Mackay, Melbourne, Perth, dan Sydney.
Namun, unjuk rasa di Sydney, Brisbane, Hobart, dan Adelaide terbilang cukup besar. Situasi unjuk rasa di keempat kota tersebut sebagai berikut:
1. Demo di Sydney
Ribuan demonstran turun ke jalan dalam aksi bertajuk "Australia Bersatu Melawan Korupsi Pemerintah" yang digelar di pusat Kota Sydney, ibu kota negara bagian New South Wales. Massa mulai berkumpul di kawasan Town Hall dan Hyde Park sejak pagi, membawa berbagai spanduk dan menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.Kepolisian di negara bagian tersebut turut menahan pria yang diduga melakukan provokasi. Ada pula peringatan untuk lainnya yang kedapatan menerbangkan pesawat tanpa awak di atas para peserta unjuk rasa.
2. Demo di Brisbane
Sekitar 500 orang menggelar unjuk rasa di Brisbane, Queensland, menentang rasisme dan diskriminasi. Sejumlah peserta turut meneriakkan dukungan untuk Palestina dalam aksi tersebut.Demo di Brisbane diikuti sekitar 500 peserta. Salah satu slogan yang disampaikan yaitu "Dari sungai ke segara, Palestina pasti merdeka".
3. Demo di Hobart
Demonstrasi juga terjadi di Hobart, negara bagian Tasamanisa. Sekira 300 orang berkumpul untuk menyuarakan aspirasi di depan Gedung Parlemen Hobart.Aksi ini untuk mendukung solidaritas bagi masyarakat Aborigin. Peserta aksi turut membawa bendera khas Aborigin dan spanduk tuntutan. Mereka menyoroti perjuangan hak-hak penduduk asli Australia.
4. Demo di Adelaide
Di Adelaide, ibu kota negara South Australia, aksi demonstrasi diikuti ratusan peserta. Mereka menentang tindakan rasisme terutama yang telah terjadi sebelumnya pada 31 Agustus 2025 terhadap komunitas Aborigin.Di sisi lain, ada pula kelompok demontran lain yang menyuarakan tuntutan berbeda dengan masa lebih besar. Mereka menginginkan pemberantasan korupsi di Australia.
Setelah demo Australia 13 September 2026, belum ada lagi informasi ada tidaknya aksi demo susulan. Menurut peneliti ekstremisme politik dari Universitas Monash, Callum Jones, keluhan seperti ketidakpastian ekonomi dan sosial memainkan peran dalam mobilisasi politik untuk kelompok sayap kanan. Kelompok tersebut turut memanfaatkan isu-isu seperti perumahan dan tingginya biaya hidup dalam mendapatkan momentum.
"Dengan cara yang sama, kita menyaksikan mobilisasi politik berskala besar di sekitar periode COVID-19, di mana banyak orang ikut serta [dalam protes] karena adanya anggapan pelanggaran terhadap kebebasan sipil, dan mereka beralih ke hal-hal seperti kewajiban masker dan vaksin," kata Callum, dikutip SBS.
Tuntutan Demo Australia
Mengutip Australia Unites, aksi demo di Australia menyoroti sejumlah isu krusial. Tuntutan paling menonjol adalah penolakan terhadap RUU Larangan Media Sosial dan sistem identitas digital. Keduanya dinilai membatasi kebebasan sipil dan membuka celah pengawasan berlebihan oleh negara.
Selain itu, massa juga menolak Perjanjian Pandemi WHO yang dianggap mengancam kedaulatan nasional di bidang kesehatan. Isu krisis perumahan dan biaya hidup turut menjadi sorotan karena makin mencekik masyarakat kelas pekerja. Seruan untuk melindungi petani lokal turut digaungkan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketimpangan sistem pangan.
Reformasi imigrasi dan penolakan terhadap rasisme termasuk dalam agenda aksi. Para demonstran menuntut sistem yang adil, terbuka, dan manusiawi bagi semua komunitas. Dengan tema besar persatuan dan antikorupsi, gerakan ini membawa pesan bahwa masa depan Australia harus dibangun di atas keadilan dan transparansi.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi lainnya seputar demonstrasi klik tautan di bawah ini.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































