Menuju konten utama

Update Hasil Sidang Isbat Ramadhan 2026, Awal Puasa 19 Februari

Update sidang isbat Ramadhan 2026 soal pengumuman awal puasa, hilal terlihat hari ini atau tidak? Apa data hisab hilal 17 Februari memenuhi kriteria MABIMS?

Update Hasil Sidang Isbat Ramadhan 2026, Awal Puasa 19 Februari
Petugas Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Selatan mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat rukyatul hilal di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (10/3/2024). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Update hasil sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H pada Selasa (17/2/2026) malam memastikan hari pertama puasa jatuh pada Kamis (19/2). Sebelumnya, Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab dan mengacu pada Parameter Kalender Global (PKG) sudah menetapkan bahwa 1 Ramadhan bertepatan dengan Rabu, 18 Februari.

"Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal berkisar -2 derajat 24 menit dan 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi, secara hisab, data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibiitas MABIMS ... Disepakati 1 Ramadhan 1447 H jatuh hari Kamis, 19 Februari 2026," papar Menteri Agama, Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta pada Selasa (17/2).

Sidang isbat penentuan kapan hari pertama puasa hari ini Selasa (17/2) dibagi ke dalam 3 tahap. Yang pertama adalah seminar posisi hilal yang sedianya dimulai pada pukul 16.30 WIB. Narasumber dalam seminar ini adalah Cecep Nurwendaya, anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Sesi ini terbuka untuk umum dan tayang via live streaming kanal Youtube Bimas Islam Kemenag RI.

Berikutnya, pelaksanaan Sidang Isbat pada Selasa (17/2) pukul 18.30 WIB berlangsung secara tertutup. Terakhir, konferensi pers penetapan 1 Ramadhan 1447 H digelar pukul 19.05 WIB, dan tayang via live streaming kanal Youtube Bimas Islam TV serta Kemenag RI. Seluruh rangkaian kegiatan ini berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, dalam pemaparan peta visibilitas hilal akhir Syaban menjelang Ramadhan 1447 H pada Seminar Posisi Hilal, Cecep Nurwendaya menunjukkan bahwa di wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria awal MABIMS. Dengan demikian, dari segi hisab, tanggal 1 Ramadhan 1447 jatuh pada hari Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

"1 Ramadhan 1447 H secara hisab imkanur rukyah MABIMS jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. Ini hisab, sifatnya informatif. Kita memerlukan konfirmasi verifikasinya adalah rukyah, yang kita nantikan jadi bahan penetapan sidang isbat," paparnya.

Pengumuman Awal Ramadhan 2026 Apakah Sama atau Beda?

Dalam menentukan awal Ramadhan 1447 H, Kemenag RI menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal. Pada Selasa (17/2) ini, ada 96 titik lokasi pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Jika hilal tidak terlihat, bulan Syaban akan dibulatkan jadi 30 hari. Dengan demikian, esok hari adalah 30 Syaban 1447 H, dan lusa Kamis, 19 Februari menjadi hari pertama puasa versi Kemenag RI.

Berdasarkan data astronomis dari Tim Falakiyah Kemenag Aceh, ijtimak (konjungsi) awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB, bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H. Ijtimak tersebut terjadi setelah matahari terbenam di Aceh. Dengan demikian, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk.

Di Aceh, tinggi hilal tercatat sekitar -0,97 derajat dengan elongasi 0,93 derajat. Sementara itu, di wilayah Indonesia lainnya, posisi hilal juga masih berada di bawah ufuk, berkisar antara -1 derajat di wilayah Sumatra hingga -2,4 derajat di Papua. Dari data tersebut, 1 Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam kriteria MABIMS yang menjadi patokan visibilitas hilal oleh Kemenag RI, hilal dapat terpantau jika tingginya mencapai minimal 3 derajat, sedangkan sudut elongasinya 6,4 derajat. Pada Selasa (17/2) berdasarkan perhitungan, kriteria tersebut belum terpenuhi. Sebaliknya, pada Rabu (18/2), tinggi hilal dan sudut elongasi yang disyaratkan MABIMS dipastikan sudah terpenuhi.

Berbeda dengan pemerintah, PP Muhammadiyah berpedoman pada hisab dalam penentuan awal Ramadhan. Selain itu, Muhammadiyah juga menggunakan Parameter Kalender Global (PKG) mulai tahun ini, dengan tujuan jika ada sebuah wilayah di bumi yang sudah memulai puasa, berarti hal tersebut dapat diterapkan untuk seluruh wilayah lain.

Dalam konteks 1 Ramadhan 1447 H, pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi (Selasa, 17 Februari) ada wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° setelah pukul 24:00 UTC dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (16:06:13 UTC). Wilayah tersebut termasuk daratan Amerika, dengan tinggi Bulan: 5° 23′ 35″ dan Elongasi: 8° 00′ 11″. Dari sana, PP Muhammadiyah menyimpulkan, di seluruh dunia 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Pada akhirnya awal puasa Ramadhan 1447 H berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah, hal ini dapat dipandang sebagai rahmat yang memperkaya kedewasaan umat Islam.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya