tirto.id - Malam apa kita sahur pertama Ramadhan 2026 dan tepatnya tanggal berapa? Apakah hari Rabu, 18 Februari 2026 atau Kamis, 19 Februari 2026? Kemungkinan umat Islam di Indonesia akan mengawali puasa Ramadhan pada hari yang berbeda.
Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak terkena udzur syar'i. Sepanjang 29 atau 30 hari bulan Ramadhan, kita menahan diri dari lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.
Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk melakukan sahur, kegiatan makan dan minum pada dini hari. Kegiatan ini disunahkan dikerjakan menjelang fajar sebelum subuh. Diriwayatkan dari jalur Anas bin Malik, Rasulullah saw. bersabda, "Bersahurlah, karena sesungguhnya di dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Tirmidzi).
Menjelang bulan Ramadhan 1447 H/2026 M, para muslim-muslimah menantikan kapan waktu sahur pertama. Pasalnya, sahur hari pertama biasanya dilakukan bersama keluarga. Dengan awalan yang baik, diharapkan ibadah selama bulan suci membawa kita dalam kebaikan yang lebih besar lagi.
Lantas, kapan sahur pertama Ramadhan 2026?
Malam Apa Kita Sahur Pertama Ramadhan 2026 & Tanggal Berapa?
Malam apa kita sahur pertama Ramadhan 2026? Bagi warga Muhammadiyah, jawaban pasti tentang hal itu sudah ada, mengingat organisasi tersebut menggunakan metode hisab untuk penentuan awal puasa.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Di dalamnya disebutkan bahwa ijtimak jelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H (17 Februari 2026 M).
Saat matahari terbenam itu, tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°. Namun, ada wilayah yang memenuhi PKG 2, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° setelah pukul 24:00 UTC dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (16:06:13 UTC).
Wilayah yang memenuhi parameter itu termasuk daratan Amerika. Dengan begitu, di seluruh dunia tanggal 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M. Artinya, sahur pertama akan dilakukan warga Muhammadiyah pada Rabu (18/2) besok pagi, dan malam ini adalah tarawih pertama.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat pada hari ini Selasa, 17 Februari 2026 untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 H. Dalam menetapkan awal Ramadhan, Kemenag menggabungkan metode hisab dan rukyat. Adanya data hisab digunakan sebagai pedoman awal, dan dikombinasikan dengan pengamatan hilal pada Selasa (17/2).
Dalam data hisab Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtimak akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.07 UT/19.01.07 WIB/20.01.07 WITA/21.01.07 WIT, yaitu ketika nilai bujur ekliptika matahari dan bulan tepat sama 328,83°.
Di wilayah Indonesia pada 17 Februari 2026, waktu matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.56.44 WIT di Jayapura, Papua. Sedangkan, waktu matahari terbenam paling akhir yakni pukul 18.51.25 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, dapat dikatakan bahwa konjungsi terjadi setelah matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Dari data BMKG, saat matahari terbenam pada Selasa (17/2), posisi hilal di Indonesia masih di bawah ufuk. Tingginya berkisar dari sekitar -2,41⁰ di Jayapura, Papua hingga -0,93⁰ di Tua Pejat, Sumatera Barat. Pada waktu yang sama, jarak sudut (elongasi) bulan terhadap matahari di Indonesia berada di kisaran 0,94⁰ di Banda Aceh, Aceh sampai 1,89⁰ di Jayapura, Papua.
BMKG menyimpulkan, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal Ramadhan 1447 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah matahari terbenam pada 18 Februari 2026. Sementara itu, bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal Ramadhan 1447 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat matahari terbenam pada 18 Februari 2026 tersebut.
Jika melihat data BMKG tersebut, kemungkinan besar hilal tidak akan terlihat pada hari ini. Di samping itu, ketinggian hilal dan sudut elongasi di seluruh wilayah Indonesia belum ada yang mencapai kriteria MABIMS, yaitu minimal tinggi 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat. Artinya, potensi bahwa awal Ramadhan 1447 H versi pemerintah beda dengan Muhammadiyah cukup besar.
Hari pertama puasa versi Kemenag mengarah pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, untuk resminya, umat Islam di Indonesia masih perlu menunggu ketetapan hasil Sidang Isbat awal Ramadhan 1447 H yang akan diumumkan malam ini.
Apakah Sahur Pertama Ramadhan 2026 NU & Muhammadiyah Sama?
Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 sehingga pelaksanaan sahur pertama yakni pada tanggal tersebut. Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) kemungkinan besar akan memulai sahur Ramadhan pada Kamis (19/2).
Melansir laman NU Online Lampung (9/2/2025), Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1447 H. Menurut Informasi Hilal Awal Ramadhan 1447 H, posisi hilal pada 29 Syaban 1447 H (Selasa Kliwon, 17 Februari 2026) masih berada di bawah ufuk.
Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar'i -1 derajat 41 menit. Sementara itu, ketinggian hilal terkecil terjadi di Jayapura, Provinsi Papua dengan tinggi hilal mar'i -3 derajat 12 menit.
Data itu menunjukkan potensi bulan Ramadhan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari, mengingat belum terpenuhinya kriteria imkanur rukyah, bahkan masih di bawah ufuk pada 29 Syaban 1447 H.
Oleh karena itu, besar kemungkinan tanggal 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026. Kendati demikian, LF PBNU akan kembali mengumumkan hasil rukyah untuk kepastian awal Ramadhan 1447 H.
Artinya, sahur pertama Ramadhan 2026 antara NU dan Muhammadiyah kemungkinan akan berbeda. Muhammadiyah akan melaksanakan sahur pertama pada 18 Februari 2026, sementara NU masih menunggu ketetapan 1 Ramadhan 1447 H pada Selasa (17/2) ini, dengan kemungkinan puasa dimulai Kamis (19/2).
Umat Islam di Indonesia yang tidak menganut keputusan NU ataupun Muhammadiyah, dapat menantikan keputusan dari Pemerintah melalui Kementerian Agama mengenai sahur pertama dan awal puasa Ramadhan 2026 dalam sidang isbat yang pengumumannya Selasa (17/2) pukul 19.05 WIB.
Anda yang ingin mendapatkan rekomendasi artikel terbaru seputar Ramadhan 2026, dapat mengaksesnya melalui tautan ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































