Menuju konten utama

Puasa Ramadan 2026 Muhammadiyah, NU, & Pemerintah Apakah Sama?

Penentuan jadwal puasa Ramadan 2026 versi Muhammadiyah, NU, dan pemerintah menggunakan metode dan kriteria yang berbeda. Cek jadwal puasa Ramadan 2026.

Puasa Ramadan 2026 Muhammadiyah, NU, & Pemerintah Apakah Sama?
ilustrasi ramadan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nz

tirto.id - Umat Islam akan melaksanakan puasa Ramadan 2026. Lantas, puasa Ramadan 2026 versi organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah apakah sama? Cek tanggal lengkapnya.

Puasa Ramadan 2026 merupakan ibadah istimewa yang dinantikan kehadirannya oleh umat Islam. Pada bulan tersebut, para Muslim yang tidak memiliki uzur syar’i diwajibkan untuk berpuasa. Tak hanya itu, amal kebaikan yang dilakukan pada bulan puasa juga mendapat pahala yang berlipat dari Allah Swt.

Maka tak heran jika umat Islam telah mempersiapkan diri sejak dini untuk menyambut datangnya bulan Ramadan 2026. Salah satunya dengan menandai kapan tepatnya awal puasa Ramadan 2026.

Jadwal Puasa Ramadan 2026 Muhammadiyah, NU, & Pemerintah

Penentuan awal dan akhir puasa Ramadan di Indonesia kerap kali berbeda antara Muhammadiyah, NU, pemerintah. Perbedaan waktu ini terletak pada kriteria dan metode yang digunakan masing-masing pihak dalam melihat hilal atau bulan baru.

Dalam hal ini, Muhammadiyah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 2026 melalui Majelis Tarjih dan Tajdid. Menukil Maklumat resmi Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada 18 Februari 2026.

Dalam menentukan awal bulan, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan astronomi yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid pada 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 belum terpenuhi.

Kriteria visibilitas hilal PKG ialah tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum tengah malam UTC. Kemudian, Majelis Tarjih dan Tajdid memeriksa hilal dengan PKG 2. Berdasarkan data hisab PKG 2, terdapat wilayah di daratan Amerika, tepatnya di koordinat Lintang 56°48’49” LU dan Bujur 158°51’44” BB setelah pukul 24:00 UTC.

Data tersebut telah memenuhi syarat dengan tinggi Bulan 5°23’35” dan elongasi 8°00’11”. Sementara waktu ijtimak tercatat sebelum fajar di New Zealand. Berdasarkan data hisab hakiki tersebut, Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada 18 Februari 2026. Kemudian, Idul Fitri versi Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah akan menentukan awal bulan Ramadan 2026 melalui Sidang Isbat yang biasanya digelar pada 29 Sya’ban atau 17 Februari 2026. Jika merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Merunut penetapan tersebut, maka awal bulan Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Namun, keputusan resmi akan diumumkan oleh pemerintah setelah menggelar Sidang Isbat penetapan awal bulan Ramadan 2026.

Kemudian, NU juga akan melakukan rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan baru secara khusus. Pengamatan tersebut dilakukan oleh Lembaga Falakiyah milik NU yang nantinya menjadi pedoman bagi jamaah Nahdliyyin di berbagai daerah.

Dengan begitu, penetapan 1 Ramadan 1447 H versi NU perlu menunggu hasil pemantauan hilal resmi yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah.

Dalam hal ini, pemerintah dan NU menggunakan kriteria imkanur rukyat, yakni hilal terlihat 3 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat untuk menentukan hilal baru. Meski begitu, keputusan 1 Ramadan 1447 H versi NU dan pemerintah akan diumumkan secara resmi setelah pemantauan hilal.

Berikut rincian waktu puasa Ramadan 2026 versi Muhammadiyah, NU, pemerintah:

Awal Puasa Ramadan 2026 versi Muhammadiyah

  • Rabu, 18 Februari 2026
Awal Puasa Ramadan 2026 versi NU

  • Menunggu ikhbar hasil pemantauan hilal resmi Lembaga Falakiyah PBNU
Awal Puasa Ramadan 2026 versi Pemerintah

  • Menunggu hasil sidang isbat

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo