Menuju konten utama

United Tractors Bidik Tambang Mineral dan Energi Terbarukan

Dari sisi sektor energi terbarukan, UNTR akan berfokus pada strategi pengembangan renewable energy, seperti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

United Tractors Bidik Tambang Mineral dan Energi Terbarukan
Ilustrasi PT United Tractors Tbk (UNTR). FOTO/United Tractors
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) berencana untuk ekspansi dengan memperluas portofolio bisnis di sektor emas, nikel, hingga energi baru terbarukan (EBT) pada 2026. Hal itu diungkapkan oleh Direktur UNTR Iwan Hadiantoro dalam paparan publik yang digelar melalui Zoom Meeting, Selasa (9/9/2025).

"Untuk pertambangan mineral sendiri kita terus mencari peluang-peluang akuisisi baru untuk tambang emas, memperbesar kapasitas bisnis nikel, serta mencari peluang baik itu di Indonesia maupun di luar negeri," kata Iwan.

Perseroan juga mengoperasikan dua tambang emas, yakni Tambang Emas Martabe di Sumatera melalui PT Agincourt Resources, dan Tambang Emas Sumbawa Jutaraya di Pulau Sumbawa. Produksi Martabe sendiri diharapkan stabil pada level 220 ribu ounces pada 2025.

Sementara itu, dari sisi sektor energi terbarukan, UNTR akan berfokus pada strategi pengembangan renewable energy, seperti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Solar Photovoltaic (Solar PV), serta peningkatan kapasitas produksi pada aset Geothermal atau panas bumi yang dikelola melalui PT Supreme Energy Rantau Dedap.

"Strategi bisnis UNTR ke depan akan memperbesar portofolio mineral mining dan energi, dengan tetap mencari peluang akuisisi baru, baik di dalam maupun overseas (luar negeri)," imbuhnya.

Sebagai informasi, Segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sampai dengan Juli 2025, tambang batu bara mencatatkan volume penjualan sebesar 8,0 juta ton, naik 19 persen dari periode yang sama tahun 2024. Sementara, total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 9,5 juta ton, 12 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sampai dengan semester pertama 2025, pendapatan segmen usaha pertambangan batu bara termal dan etalurgi turun sebesar 14 persen menjadi Rp13,4 triliun, dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Sementara untuk pertambangan emas dan mineral sampai dengan semester I 2025, mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 60 persen menjadi Rp7,0 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan dan harga rata-rata emas.

Baca juga artikel terkait EMITEN atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra