Menuju konten utama

Trump Ancam Naikkan Tarif Negara Tolak Rencana Caplok Greenland

Ancaman tersebut memperdalam ketegangan diplomatik, meskipun AS dan Denmark sepakat membentuk kelompok kerja terkait Greenland.

Trump Ancam Naikkan Tarif Negara Tolak Rencana Caplok Greenland
Presiden AS Donald Trump mengangkat salinan Laporan Estimasi Perdagangan Nasional 2025 saat ia berpidato dalam acara pengumuman perdagangan “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih pada 2 April 2025 di Washington, DC. Trump yang menyebut acara tersebut sebagai “Hari Pembebasan” diperkirakan akan mengumumkan tarif tambahan yang menargetkan barang-barang yang diimpor ke AS. Chip Somodevilla/Getty Images/AFP (Foto oleh CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap negara-negara yang tidak mendukung upaya AS untuk mengambil kendali atas Greenland.

Ancaman ini disampaikan di tengah upaya delegasi anggota Kongres dari kedua partai untuk meredakan ketegangan dengan Denmark terkait wilayah Arktik tersebut.

Selama berbulan-bulan, Trump bersikeras bahwa AS harus menguasai Greenland, wilayah semi-otonom di bawah Denmark yang juga merupakan sekutu NATO.

Dia menyatakan awal pekan ini bahwa segala sesuatu yang kurang dari kepemilikan penuh AS atas pulau itu adalah "tidak dapat diterima." Dalam sebuah acara, ia mengancam sekutu Eropa dengan tarif atas obat-obatan.

"Saya mungkin akan melakukan hal itu untuk Greenland juga," kata Trump dikutip dari APnews, Sabtu (17/1/2026). "Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak mengikuti keinginan Greenland, karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi saya mungkin akan melakukan itu," tambahnya.

Sebelumnya, dia tidak pernah secara terbuka menyebut penggunaan tarif sebagai alat untuk memaksa isu ini.

Ancaman tersebut memperdalam ketegangan diplomatik, meskipun pertemuan awal pekan ini antara menteri luar negeri Denmark dan Greenland dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, serta Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah menghasilkan kesepakatan untuk membentuk kelompok kerja.

Namun, tujuan pembentukan kelompok kerja itu kemudian dilihat secara sangat berbeda oleh Denmark dan Gedung Putih, dan pertemuan tersebut tidak menyelesaikan perbedaan antara kedua pihak.

Para pemimpin Eropa dengan tegas menyatakan bahwa hanya Denmark dan Greenland yang berwenang penuh atas keputusan mengenai wilayah itu. Denmark juga mengumumkan peningkatan kehadiran militernya di Greenland bekerja sama dengan sekutu-sekutunya sebagai bentuk penegasan kedaulatan.

Baca juga artikel terkait DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher