tirto.id - Suplemen patch kini tengah viral di Korea, bahkan produknya mulai dicari-cari di Indonesia. Jika suplemen umumnya dikonsumsi, patch suplemen menawarkan cara yang berbeda. Cukup ditempel dan suplemen akan masuk ke dalam tubuh. Namun, apakah suplemen transdermal ini efektif?
Suplemen patch merupakan produk yang mengandung vitamin, mineral, atau bahan aktif tertentu yang penggunaannya cukup dengan ditempelkan pada permukaan kulit.
Produk ini pun menjadi solusi untuk meningkatkan kesehatan maupun kecantikan dengan cara yang sangat mudah. Bahkan, ada pula produk patch mencerahkan kulit yang langsung menarik perhatian skincare enthusiast.
Belakangan ini suplemen patch semakin viral setelah penyanyi sekaligus aktris asal Korea Selatan, Nana, muncul dalam program variety show berjudul Point of Omniscient Interfere di MBC. Dalam acara tersebut, Nana mengungkap rutinitas skincare, termasuk patch glutathione yang dipakainya.
Nana sendiri dikenal sering mencoba produk-produk kecantikan yang sedang viral. Alhasil, produk suplemen patch Korea yang dipakainya juga mencuri perhatian publik dan mulai diburu oleh banyak orang.
Cara Kerja Suplemen Patch

Suplemen patch adalah sebuah produk yang dirancang sedemikian rupa untuk menghantarkan suplemen atau bahan tertentu melalui kulit. Bahan yang digunakan bisa bermacam-macam, mulai dari vitamin, mineral, atau bahan aktif tertentu yang berguna bagi kesehatan maupun kecantikan.
Cara pakainya juga mudah, suplemen ditempel di kulit dan bahan aktif dalam patch diharapkan bisa terserap ke dalam tubuh. Setelah itu, bahan aktif masuk ke aliran darah dan menjalankan fungsinya tanpa perlu melewati sistem pencernaan seperti halnya suplemen oral.
Suplemen patch atau transdermal patch ini juga sudah sering diteliti, terutama terkait bagaimana cara kerja dan efektivitasnya. Salah satu studi yang meneliti hal ini adalah jurnal bertajuk Peeking Into the Future: Transdermal Patches for the Delivery of Micronutrient Supplements.
Studi yang ditulis Grammatikopoulou dkk. ini membahas tentang potensi penggunaan patch transdermal untuk menghantarkan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Lalu, bagaimana cara kerja transdermal patch?
Penyerapan suplemen melalui kulit dimulai ketika bahan aktif dilepaskan dari matriks atau reservoir patch menuju permukaan kulit. Bahan tersebut kemudian harus melewati lapisan terluar dari epidermis (stratum corneum) atau yang biasa kita kenal sebagai skin barrier.
Setelah menembus stratum corneum, bahan akan masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam, dan jika berhasil mencapai pembuluh darah dalam jumlah yang memadai, maka bahan aktif transdermal patch tersebut dapat masuk ke sirkulasi sistemik.
Namun, perlu diketahui bahwa proses tersebut tidak sesederhana menempelkan suplemen pada kulit secara langsung. Peneliti menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas sebuah suplemen patch.
Ukuran molekul, sifat kimia, kelarutan, dosis, serta karakteristik formulasi menjadi penentu menentukan apakah suatu mikronutrien mampu menembus kulit secara efektif atau tidak.
Apakah Semua Bahan Cocok Diberikan Melalui Patch?

Tidak semua bahan aktif dapat diberikan melalui patch transdermal dengan efektivitas yang sama. Salah satu tantangan terbesar dalam dunia suplemen patch adalah stratum corneum yang memang berfungsi sebagai penghalang zat dari luar masuk ke tubuh.
Dalam studi yang ditulis Grammatikopoulou dkk. dijelaskan bahwa hanya sejumlah kecil mikronutrien yang dapat dihantarkan melalui patch. Pasalnya, banyak senyawa tidak memiliki karakteristik fisikokimia yang sesuai untuk menembus kulit dalam jumlah yang memadai.
Menurut studi tersebut, bahan yang lebih memungkinkan dihantarkan melalui kulit umumnya memiliki berat molekul yang relatif kecil, lipofilisitas sedang, jumlah ikatan hidrogen yang tidak terlalu banyak, titik leleh rendah, serta kebutuhan dosis harian yang rendah.
Peneliti juga menekankan bahwa semakin besar ukuran molekul, semakin sulit untuk menembus kulit. Inilah alasan mengapa tidak semua kandungan dapat langsung dimasukkan ke dalam patch dan diharapkan memberikan efek yang sama seperti ketika dikonsumsi secara oral.
Akan tetapi, keterbatasan ini bisa diatasi sebagian dengan menggunakan teknologi khusus, misalnya menggunakan bahan peningkat penetrasi maupun microneedle yang membuat jalur mikro pada kulit.
Dalam studi disebutkan bahwa penggunaan microneedle dapat meningkatkan penghantaran beberapa mikronutrien. Meski demikian, efektivitasnya tetap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti karakteristik bahan, kondisi kulit, desain microneedle, hingga formulasi patch.
Glutathione Patch Korea dengan Microneedle
Salah satu contoh penggunaan microneedle ada pada whitening patch yang menggunakan glutathione. Peneliti dari Pusan National University, Korea Selatan, mengembangkan dissolving microneedle patch untuk membantu menghantarkan glutathione melalui kulit.Dalam studi berjudul Odorless Glutathione Microneedle Patches for Skin Whitening, dijelaskan adanya penggunaan jarum berukuran mikroskopis yang dapat menembus lapisan terluar kulit sehingga glutathione tidak hanya mengandalkan penetrasi pasif melalui skin barrier.
Microneedle berbahan hyaluronic acid diketahui dapat menembus kulit dan kemudian larut, sementara glutathione yang dibawa oleh patch dilepaskan di dalam jaringan kulit.
Studi ini menunjukkan bahwa teknologi microneedle berpotensi mengatasi keterbatasan penetrasi glutathione secara pasif. Namun, hasil penelitian ini tidak membuktikan bahwa semua produk glutathione patch yang beredar di pasaran memiliki teknologi dan efektivitas yang sama.
Apakah Suplemen Patch Benar-Benar Efektif?

Efektivitas suplemen atau vitamin patch masih menjadi pertanyaan banyak orang. Meski produk ini sudah populer, tak sedikit yang ragu apakah suplemen patch sama efektifnya dengan suplemen oral.
Keraguan ini bukan tanpa alasan karena bukti ilmiah pada manusia sejauh ini memang masih sangat terbatas. Selain itu, hasil penelitian pada satu jenis patch atau bahan aktif tertentu belum bisa dijadikan bukti kuat untuk seluruh produk suplemen patch.
Studi dari Grammatikopoulou dkk. menegaskan bahwa kemampuan patch menghantarkan zat dapat berbeda-beda, tergantung jenis nutrisi, formulasi, serta teknologi yang digunakan.
Efektivitas suplemen patch juga pernah diteliti dalam studi bertajuk Is Transdermal Multivitamin Patch Effective in Gastric Bypass Patients? pada tahun 2019 dengan melibatkan pasien yang menjalani operasi gastric bypass.
Penelitian ini membandingkan 17 pengguna multivitamin patch dengan 27 orang yang mengonsumsi suplemen oral selama 12 bulan. Hasilnya, 82,35% kelompok patch mengalami setidaknya satu defisiensi mikronutrien, dibandingkan 40,74% pada kelompok pil.
Kelompok patch juga memiliki angka kekurangan vitamin D yang lebih tinggi serta kadar vitamin D, B1, dan B12 yang lebih rendah. Meski demikian, hasil ini bukan berarti bahwa semua patch vitamin yang beredar di pasaran pasti tidak efektif.
Jadi, hingga saat ini belum ada cukup bukti yang memadai untuk menyatakan bahwa suplemen patch secara umum memiliki efektivitas yang setara dengan suplemen oral pada manusia.
Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Membeli Suplemen Patch

Suplemen patch mungkin terlihat praktis karena pengguna cukup menempelkan produk ke kulit. Namun, jangan mudah tergiur dengan klaim produk atau popularitasnya. Sebelum membeli, ada beberapa hal yang perlu diperiksa, berikut di antaranya:
- Bahan Aktif: Lihat kandungan apa saja yang terdapat dalam patch dan pastikan bahan tersebut memang dibutuhkan oleh tubuh kita.
- Konsentrasi Bahan: Cek berapa banyak bahan aktif yang terkandung dalam setiap patch. Jumlah bahan dalam produk tidak menjamin sudah mencukupi kebutuhan tubuh.
- Teknologi Penghantarannya: Cek teknologi yang digunakan, misalnya memiliki teknologi microneedle, penetration enhancer, maupun metode penghantaran lainnya. Teknologi tersebut dapat memengaruhi kemampuan bahan aktif melewati lapisan kulit.
- Sudah Teruji Klinis: Cari tahu apakah produk tersebut sudah melewati uji klinis sehingga benar-benar aman dan efektif digunakan.
- Periksa Cara Penggunaan: Ikuti petunjuk penggunaan, mulai dari lokasi pemasangan, lama pemakaian, frekuensi penggantian, hingga kondisi kulit yang sebaiknya dihindari. Penggunaan yang tidak sesuai petunjuk dapat memengaruhi kinerja produk dan meningkatkan risiko iritasi.
- Izin Edar dan Informasi Produknya Jelas: Pilih produk dengan informasi produsen, komposisi, aturan pakai, dan izin edar (BPOM) yang dapat diverifikasi untuk memastikan produk benar-benar aman.
Sekali lagi, perlu diingat bahwa suplemen patch, termasuk yang dipromosikan dengan istilah-istilah keren seperti teknologi transdermal atau absorbs through skin, tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh kandungan di dalam patch dapat diserap tubuh secara efektif.
Kemampuan suatu bahan untuk menembus kulit tetap dipengaruhi oleh karakteristik bahan dan formulasi produk. Oleh karena itu, tetap berhati-hati dalam memilih produk agar tujuan perawatan bisa dicapai.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































