tirto.id - Tour de Ijen atau lebih lengkapnya International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) adalah ajang balap sepeda internasional bergengsi yang digelar setiap tahun di Banyuwangi, Jawa Timur.
Balapan ini menjadi salah satu ajang sport yang dinantikan lantaran menyuguhkan pemandangan spektakuler dari alam Banyuwangi, mulai dari pedesaan hingga medan menantang menuju Kawah Ijen dengan fenomena blue fire-nya yang mendunia.
Tour de Ijen berada di bawah naungan Union Cycliste Internationale (UCI) dan dikenal sebagai bentuk nyata dari sport tourism yang menggabungkan olahraga dan promosi wisata.
Lantas, sejak kapan sebenarnya Tour de Ijen diselenggarakan? Bagaimana sejarahnya hingga menjadi ajang kelas dunia seperti saat ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Sejarah Tour De Ijen, Sejak Tahun Berapa?
Tour de Ijen pertama kali digelar pada 7 Desember 2012, menjadikannya sebagai balapan sepeda berskala internasional pertama yang digelar di Banyuwangi.
Saat itu, penyelenggaraan Tour de Ijen masih terasa asing di telinga masyarakat. Banyak pula yang meragukannya karena Banyuwangi tidak memiliki sirkuit balapan, hanya jalanan biasa yang banyak rusak. Namun, dengan keyakinan dan komitmen Pemda Banyuwangi mampu menjawab tantangan tersebut.
Balapan Tour de Ijen edisi perdana mencakup tiga etape sepanjang 382,1 kilometer, dengan rute melintasi pedesaan, tanjakan Kawah Ijen, dan jalanan kota. Pembalap asal Hong Kong, Ki Ho Choi, menjadi juara pertama dan menyandang yellow jersey. Sejak saat itu, International Tour de Banyuwangi Ijen menjadi ajang tahunan yang terus tumbuh dalam kualitas dan partisipasi internasional.
Fakta Menarik Tour de Ijen
Dibalik kemeriahan Tour De Ijen yang digelar setiap tahunnya, terdapat sejumlah fakta menarik yang membuktikan betapa spesialnya ajang ini di mata dunia.
Berikut ini merupakan deretan fakta menarik Tour de Ijen yang mungkin belum kamu ketahui:
1. Peter Pouly, Sang “Raja Ijen”
Pembalap asal Prancis, Peter Pouly, adalah nama yang melegenda dalam sejarah Tour de Ijen. Ia mencatatkan rekor tiga kali juara berturut-turut pada 2014, 2015, dan 2016. Kepiawaiannya menaklukkan tanjakan ekstrem Gunung Ijen membuatnya dijuluki sebagai “Raja Ijen.” Meski gelar 2016-nya dibatalkan karena diskualifikasi, reputasinya tetap abadi dalam memori penggemar balap sepeda.2. Edgar Nieto, Si Loyal dari Spanyol
Edgar Nieto adalah satu-satunya pembalap yang tercatat ikut Tour de Ijen sejak edisi perdana pada 2012 hingga edisi ke-9 pada 2024. Total sudah sembilan kali ia berpartisipasi, menunjukkan loyalitas tinggi terhadap ajang ini. Keikutsertaannya menjadi simbol konsistensi dan kecintaan terhadap keindahan dan tantangan Tour de Ijen.3. Vakum Empat Tahun karena Pandemi
Tour de Ijen sempat vakum selama empat tahun berturut-turut (2020–2023) akibat pandemi COVID-19. Namun, ajang ini kembali digelar pada 2024, menandai kembalinya event sport tourism yang paling dinanti di Banyuwangi.4. Ajang Emosional bagi Pembalap Dunia
Banyak pembalap yang memiliki hubungan emosional dengan TdBI. Keindahan rute, keramahan warga lokal, serta atmosfer kompetisi yang sehat membuat Tour de Ijen tak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga pengalaman spiritual dan emosional bagi para pesertanya.Rute Tour de Ijen 2025 dan Pesertanya
Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, Tour de Banyuwangi Ijen 2025 digelar pada 28–31 Juli 2025, dengan total jarak tempuh 593 kilometer yang dibagi dalam empat etape. Setiap etape didesain menyuguhkan keindahan alam Banyuwangi sekaligus tantangan rute yang memacu adrenalin.
Berikut ini merupakan rute Tour de Ijen 2025:
- Etape 1: Pasar Pesanggaran – Kantor Bupati Banyuwangi (125,5 km)
- Etape 2: Alas Purwo – Kantor Bupati Banyuwangi (158,8 km)
- Etape 3: RH Glenmore – Kantor Bupati Banyuwangi (140,3 km)
- Etape 4: RTH Maron Genteng – Paltuding Ijen (150 km)
Adapun untuk peserta Tour de Ijen 2025, sebanyak 20 tim dari 24 negara telah terkonfirmasi ikut serta, yang terdiri dari 14 tim internasional dan 6 tim asal Indonesia. Negara-negara baru seperti Estonia, Italia, dan Arab Saudi turut meramaikan persaingan tahun ini.
Tim-tim Indonesia yang ikut bertanding dalam ajang Tour de Ijen 2025 diantaranya Jakarta Pro Cycling, Nusantara-BYC, ASC Monsters Indonesia, Anonymous Cycling Team, Pontianak Wijaya Racing, dan Banyuwangi Road Cycling Club (BRCC).
Antusiasme tinggi juga terlihat dari jumlah pendaftar. Sebanyak 44 tim mendaftar, namun hanya 20 tim yang lolos seleksi berdasarkan peringkat UCI dan kualitas atlet. Hal ini menunjukkan tingginya minat dunia terhadap Tour de Ijen.
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yantina Debora
Masuk tirto.id






































