Menuju konten utama

Tanggal 7 Mei Hari Apa? Ada Peringatan Perundingan Roem-Royen

Tanggal 7 Mei diperingati sebagai hari penting. Ada peringatan Perundingan Roem-Royen. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tanggal 7 Mei Hari Apa? Ada Peringatan Perundingan Roem-Royen
Kalender Mei 2025. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tanggal 7 Mei merupakan hari yang spesial karena bertepatan dengan beberapa peringatan penting nasional dan internasional. Lantas, tanggal 7 Mai hari apa? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Pada tanggal 7 Mei ada peringatan perundingan Roem-Royen yang menjadi sejarah penting bagi Indonesia di awal kemerdekaan. Hasil perundingan ini membuat Indonesia dapat kembali menjalankan pemerintahan setelah sempat terhenti akibat Agresi Militer Belanda II.

Selain itu, pada tanggal 7 Mei juga diperingati sebagai sebagai Hari Peduli Kanker Kandung Kemih. Sebuah peringatan yang didedikasikan untuk memupuk kesadaran dan mengedukasi masyarakat mengenai kanker kandung kemih.

Hari Peringatan Perundingan Roem-Royen

Hari Peringatan Perundingan Roem-Royen jatuh setiap tanggal 7 Mei. Ini didasarkan pada peristiwa ditandatangani perjanjian Roem-Royen pada 76 tahun yang lalu. Tepatnya pada 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.

Perundingan Roem Royen dilaksanakan mulai 17 April hingga 7 Mei 1949. Dalam perundingan itu, utusan Indonesia diketuai oleh Mohammad Roem, sedangkan utusan belanda diketuai J.H van Roijen. Berdasarkan nama ketua utusan dari dua belah pihak, perundingan itu disebut Roem Royen.

Perundingan Roem Royen dilakukan setelah agresi militer Belanda II yang terjadi pada 19 Desember 1948. Kala itu, Belanda dengan dukungan sekutu berupaya menduduki kembali Indonesia dengan merebut Yogyakarta yang saat itu merupakan ibu kota negara. Dengan serangan itu, Belanda telah melanggar Perjanjian Renville.

Tindakan Belanda itu kemudian dibalas oleh Indonesia dengan serangan militer besar-besaran yang disebut dengan Serangan Umum 1 Maret 1949. Kota Yogyakarta yang semula diduduki Belanda mampu direbut oleh angkatan perang RI dan dipertahankan selama 6 jam sebagai bukti eksistensi Indonesia.

Serangan Umum 1 Maret 1949 merugikan posisi Belanda di peta politik internasional. Banyak negara, juga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mengecam Belanda. Pada saat itu juga, berbagai pihak untuk segera mendesak Belanda menggelar perundingan secara sungguh-sungguh dengan Indonesia.

Adapun isi perjanjian dalam perundingan Roem-Royen yang ditandatangani pada 7 Mei 1949 memuat tiga poin penting, meliputi:

  1. Pemerintah RI dan Belanda sepakat untuk menghentikan tembak-menembak dan bekerja sama untuk menciptakan keamanan.
  2. Pemerintah Belanda akan segera mengembalikan pemerintah Indonesia ke Yogyakarta.
  3. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundr (KMB) di Den Haag, Belanda.
Pihak Indonesia juga mengajukan syarat dalam perundingan tersebut. Pemerintah RI menuntut ditariknya tentara Belanda dari Yogyakarta. Belanda menyetujuinya dan pengosongan wilayah Yogyakarta dilakukan mulai 2 Juni 1949 di bawah pengawasan UNCI.

Hari Peduli Kanker Kandung Kemih

Hari Peduli Kanker Kandung Kemih diperingati setiap tahun pada tanggal 7 Mei. Pada hari itu, program-program kesadaran diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan kanker jenis ini. Kanker kandung kemih adalah kanker paling umum ke-10 di seluruh dunia.

Mengutip laman National Today, di Amerika Serikat, sekitar 57.000 pria dan 18.000 wanita didiagnosis menderita penyakit ini setiap tahunnya. Tak perlu diragukan lagi, kanker kandung kemih merupakan masalah serius, dan ada upaya khusus untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengidapnya.

Kanker kandung kemih sering kali bermula dari sel urothelial yang melapisi bagian dalam kandung kemih. Sebagian besar tumor berkembang pada lapisan dalam kandung kemih, sementara beberapa tumor dapat tumbuh ke lapisan organ yang lebih dalam.

Kanker jenis ini menjadi lebih sulit diobati karena tumbuh melalui lapisan dinding otot. Sel-sel uretra juga ditemukan di ginjal dan ureter, serta saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Ini berarti kanker dapat menyebar ke ginjal dan ureter. Namun, hal ini tidak sering terjadi.

Meskipun tes radiologi memberikan informasi penting tentang ginjal dan ureter, namun sistoskopi adalah metode terbaik untuk menentukan apakah seseorang menderita kanker kandung kemih. Saat ini, prosedur diagnostik ini dilakukan di klinik urolog dengan sedikit atau tanpa rasa tidak nyaman. Selama sistoskopi, ahli urologi akan melihat melalui sistoskop dan mengawasi apa pun di dalam kandung kemih yang mungkin tidak normal.

Ketika didiagnosis pada tahap awal, kanker kandung kemih sangat dapat diobati. Maka itu, memperhatikan gejalanya adalah tindakan yang bijaksana. Gejala kanker kandung kemih dapat mencakup dan tidak terbatas pada, darah dalam urin, nyeri saat buang air kecil, selalu ingin buang air kecil, kesulitan buang air kecil, nyeri perut, kelelahan, nyeri punggung bagian bawah, dan kehilangan nafsu makan.

Beberapa individu mungkin memiliki risiko lebih besar terkena kanker kandung kemih. Merokok, paparan bahan kimia, ras Kaukasia, usia tua, riwayat keluarga, dan infeksi kandung kemih kronis adalah faktor-faktor yang berperan dalam hal kanker kandung kemih. Pria memiliki risiko lebih besar terkena kanker kandung kemih, namun demikian, kanker kandung kemih juga meningkat di kalangan wanita.

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Edusains
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Indyra Yasmin