tirto.id - Dalam upaya meningkatkan standar keamanan pangan nasional dan mendukung daya saing produk lokal di pasar global, Terra Stericare menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoperasikan fasilitas E-beam food irradiation yang berlokasi di kawasan BRIN, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.
Fasilitas ini mencatatkan sejarah sebagai fasilitas iradiasi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dikhususkan untuk produk makanan.
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, teknologi ini dibutuhkan karena banyak negara importir pangan dari Indonesia yang sudah mewajibkan penggunaan iradiasi elektron dalam pengolahan makanan dan buah. Dia memastikan, makanan dan buah yang diekspor bila melalui fasilitas ini bisa lebih bersih, aman dan lebih awet.
"Selama ini eksportir memanfaatkan fasilitas seperti ini di luar negeri, termasuk Thailand. Sekarang bisa di sini," kata Arif.
Dia mengimbau para pengusaha ekspor pangan agar menggunakan fasilitas ini sebagai penambah nilai produk ke luar negeri. Dia menjamin semua produk yang melalui proses iradiasi, aman dan sudah diakui standarnya oleh pasar di luar negeri.
"FDA (Food and Drug Administration) sudah approved juga," tambahnya.
Michael Rusli, Presiden Direktur Terra Stericare, menjelaskan soal cara kerja E-beam food irradiation ini. Menurutnya, teknologi Electron Beam (E-beam) merupakan inovasi mutakhir yang menggunakan akselerator elektron berenergi tinggi untuk mensterilkan produk. Berbeda dengan metode tradisional yang menggunakan gas Ethylene Oxide (EtO) yang mulai dilarang di berbagai negara karena risiko kesehatan, E-beam bekerja secara non-termal dan bebas bahan kimia.
Keunggulan utama teknologi ini di antaranya adalah kecepatan tinggi. Proses iradiasi E-beam jauh lebih cepat dibandingkan metode Gamma atau X-ray, dengan jaminan waktu pengerjaan (turnaround time) dalam 2x24 jam.
Lalu faktor keamanan Lingkungan. Menggunakan listrik sebagai sumber energi, sehingga tidak menghasilkan limbah radioaktif dan tidak ada radiasi saat mesin dimatikan. Terakhir, Integritas Produk: Menghancurkan mikroorganisme berbahaya tanpa merusak integritas atau kualitas produk itu sendiri.
Secara teknis, fasilitas ini membersihkan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Escherichia coli (E. coli). Bakteri Salmonella merupakan penyebab utama penyakit bawaan makanan (foodborne illness) di seluruh dunia. Dengan teknologi E-beam, struktur DNA mikroorganisme tersebut dihancurkan sehingga mereka tidak dapat berkembang biak. Selain itu, setiap produk yang diproses akan mendapatkan Sertifikat Iradiasi yang diakui secara internasional untuk memenuhi standar karantina dan keamanan pangan dunia.
"Contoh ayam. Bila hanya didinginkan mungkin hanya bertahan 4-5 hari saja. Bila iradiasi, bisa 14-16 hari," ungkapnya.
Penulis: Rachmadin Ismail
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































