Menuju konten utama

Zulhas: RI Surplus Beras 4,2 Juta Ton, Tak akan Impor dari AS

Zulhas menyebut Indonesia akan melakukan ekspor beras perdana ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton.

Zulhas: RI Surplus Beras 4,2 Juta Ton, Tak akan Impor dari AS
Mendag RI Zulkifli Hasan usai acara Digitalisasi Pasar Rakyat: Strategi Pedagang/UMKM Naik Kelas yang diadakan Kemendag RI di Convention Hall Tirtonadi Solo, Rabu (31/1/2024). (FOTO/Febri Nugroho)

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan bahwa Indonesia tak akan melakukan impor beras atau ayam dari Amerika Serikat (AS). Dia menyebut surplus beras nasional tahun ini mencapai 4,2 juta ton.

“Enggak ada kita impor ayam sama beras. Beras kita (RI) sudah surplus 4,2 juta tahun ini, tahun 2025. Tahun ini produksinya saya kira akan jauh lebih tinggi lagi,” ujar Zulhas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

Karena itu, Zulhas menyebut Indonesia akan melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton. Dia berharap komoditas tersebut akan selalu surplus pada tahun-tahun berikutnya.

“Jadi untuk sementara kita surplus, bukan sementara, insyaAllah ya, tahun kemarin dan selanjutnya kita akan surplus,” katanya.

Zulhas juga menyebut pemerintah tengah mendorong swasembada protein, termasuk ikan, ayam, dan telur. Ia mengatakan akan dibangun pabrik pakan dan DOC (day old chick) di enam daerah untuk memperkuat produksi unggas nasional.

“Untuk memproduksi protein besar-besaran. Apakah ikan, ikan kita akan bangun 2.000 kampung nelayan, akan membangun 20.000 hektar tambak tahun ini, tahun ini ya,” tutur Zulhas.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan kebijakan membuka keran impor produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu stabilitas pasar domestik maupun industri dalam negeri. Hal ini menyusul ditandatanganinya Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara kedua negara pada 19 Februari 2026.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa pemerintah setuju memberikan alokasi impor beras klasifikasi khusus asal AS, namun realisasinya tetap disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.

“Dalam 5 tahun terakhir, Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS. Komitmen impor beras AS hanya sebesar 1.000 ton, tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003% dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton tahun 2025,” kata Haryo dalam keterangan pers, Minggu (22/2/2026).

Haryo menekankan, jumlah impor beras tersebut sangat kecil dan tidak akan membanjiri pasar, melainkan dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok pangan strategis jika diperlukan.

Baca juga artikel terkait ZULHAS atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama