Menuju konten utama

Bulog Dapat Tambahan Dana Pengadaan Beras-Jagung Rp39,1 Triliun

Skema penambahan dana tersebut berupa pinjaman dengan bunga rendah atau skema pinjaman operator investasi pemerintah.

Bulog Dapat Tambahan Dana Pengadaan Beras-Jagung Rp39,1 Triliun
Gedung BULOG (Badan Urusan Logistik), Biro Logistik Indonesia, di Jakarta. Tanggal 28 Januari 2010. FOTO/ Wikimedia Commons/Taman Renyah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengaku pihaknya mendapatkan tambahan dana untuk pengadaan empat juta beras dan satu juta jagung hingga senilai Rp39,1 triliun.

Penambahan itu merupakan hasil rapat koordinasi terbatas yang melibatkan Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Pertanian, Amran Sulaiman; Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid; dan lainnya, di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).

"Kesepakatan dari hasil rapat koordinasi terbatas adalah dukungan Rp39 triliun untuk tambahan dana Bulog untuk pengadaan beras 4 juta ton dan 1 juta ton jagung," kata Rizal di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin.

Ia mengatakan skema penambahan dana tersebut berupa pinjaman dengan bunga rendah atau skema pinjaman operator investasi pemerintah (OIP). Adapun bunga skema tersebut senilai dua persen per tahun.

Dalam kesempatan itu, Rizal mengaku bersyukur lantaran diberikan pendanaan dengan bunga rendah. Sebab, pinjaman dengan bunga rendah dinilai tidak akan membenani operasional Bulog.

"[Bunga dua persen] tidak terlalu membebani operasional Bulog. Kalau menggunakan biaya bunga komersial, yang di atas tujuh persen ini agak berat untuk Bulog meng-handling tersebut," tuturnya.

Rizal turut menyinggung soal pengambilan margin fee tujuh persen oleh Bulog dari setiap penugasan pemerintah. Ia mengaku Bulog semula meminta margin fee 10 persen. Akan tetapi, kementerian terkait menyetujui margin fee senilai tujuh persen.

Kata Rizal, margin fee tujuh persen tersebut jauh lebih baik daripada margin fee Bulog pada 2014 yang senilai Rp50.

"Menurut kami sudah cukup mewadahi daripada dengan margin yang dari 2014. Itu hanya Rp50, itu sangat jauh sekali dibandingkan dengan kebutuhan operasional Bulog yang cukup tinggi," urainya.

Baca juga artikel terkait PERUM BULOG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama