Menuju konten utama

Sumur Bor JIAT Disfungsi, 700 Ha Sawah di Muara Enim Batal Tanam

JIAT merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) dengan target mendukung program swasembada beras.

Sumur Bor JIAT Disfungsi, 700 Ha Sawah di Muara Enim Batal Tanam
Ratusan hektare sawah di Muara Enim mengalami kekeringan dan tanam padi batal dilakukan, Kamis (11/6/2026). FOTO: Istimewa

tirto.id - Ratusan hektare sawah di wilayah Lecah Paye, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dipastikan batal tanam pada musim tanam Juni ini akibat kekeringan ekstrem. Ironisnya, kegagalan tanam ini terjadi di tengah adanya fasilitas Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang hingga kini belum berfungsi secara optimal.

Ketua Gapoktan Sumber Harapan Desa Tanjung Jati, Fitriansyah, memperkirakan terdapat 700 hektare sawah di wilayah Leyah Pace. Lahan-lahan sawah itu terbagi di beberapa desa yang meliputi Muara Lawai, Lubuk Emplas, Kepur, dan Tanjung Jati.

Fitriansyah pun membeberkan, ada tujuh titik sumur bor JIAT yang dibangun di Leyah Pace. Namun, sumur bor tersebut belum difungsikan secara maksimal sejak dibangun 2025. Padahal petani sangat berharap pengairan dapat dilakukan saat tanam musim kemarau.

Fitriansyah lantas mengungkap, bulan ini semestinya sudah memasuki musim tanam padi IP 200. Namun petani tak bisa membajak sawah akibat kekeringan.

"Musim tanam Juni ini batal karena lahan kering, ada ratusan hektare lahan terdampak," ungkap Fitriansyah pada kontributor Tirto, Kamis (11/6/2026).

Fitriansyah menyebut, selama ini petani bergantung pada kondisi alam dengan melakukan tadah hujan dan mampu menghasilkan rata-rata 10,5 ton padi per hektare per panen. Petani awalnya berharap dapat tanam tiga kali setahun sejak adanya sumur bor JIAT.

Namun hingga saat ini, keberadaan JIAT belum ada asas manfaat terhadap pertanian masyarakat. Petani tidak mengetahui kendala yang mengakibatkan jaringan tersebut belum bisa mengaliri persawahan.

"Kami sendiri berusaha bangun sumur bor mandiri, tapi belum mencukup kebutuhan. Sumur bor JIAT ternyata tak bisa diandalkan," kata Fitransyah.

Fitriansyah menambahkan, JIAT merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) dengan target mendukung program swasembada beras. Ratusan penduduk di wilayah itu mayoritas adalah petani yang mengandalkan lahan sawah garapan.

"Kami terpaksa tidak bisa tanam kali ini, harus menunggu musim hujan tiba karena pengairan tidak cukup," tutup Fitriansyah.

Baca juga artikel terkait DAMPAK MUSIM KEMARAU atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah