Menuju konten utama

Strategi Purbaya Atasi Utang Pemerintah Rp9.000 Triliun Lebih

Diketahui, sampai dengan per 25 Juni 2025 utang pemerintah tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun,

Strategi Purbaya Atasi Utang Pemerintah Rp9.000 Triliun Lebih
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada forum 1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara tersebut digelar sebagai wadah diskusi strategis untuk menelaah capaian, tantangan, dan langkah konkret menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 sesuai yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku memiliki strategi untuk menekan utang pemerintah yang tembus Rp9.000 triliun lebih. Diketahui, sampai dengan per 25 Juni 2025 utang pemerintah tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp9.177,48 triliun.

"Strategi yang pertama adalah anggarannya dibelanjakan, tepat sasaran, tepat waktu enggak ada kebocoran, optimalkan dampak anggaran Ke perekonomian," jelas dia di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Selasa (28/11/2025).

Ia menjelaskan, ketika belanja pemerintah berjalan efisien, efek penggandanya terhadap pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Dampak lanjutannya adalah kenaikan penerimaan pajak yang bisa mempersempit defisit anggaran.

“Harapannya dengan seperti itu maka pertumbuhan ekonomi lebih cepat, pajaknya juga akan lebih besar, income-nya naik, sehingga saya bisa menekan defisit dari situ,” tutur Purbaya.

Lebih lanjut, ia menyebut perbaikan di sektor penerimaan — baik melalui pajak, bea cukai, maupun sistem digital seperti Coretex — menjadi kunci memperbaiki rasio pajak terhadap produk domestik bruto (tax-to-GDP ratio).

“Kalau sektor riil berjalan dengan bagus seperti yang saya desain, harusnya itu akan menaikkan tax ratio hampir setengah sampai satu persen. Itu setara dengan tambahan penerimaan minimal Rp100 triliun,” katanya.

Purbaya menambahkan, pemerintah saat ini tengah berfokus mengurangi hambatan di sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

“Makanya saya ke sana-ke sini memastikan hambatan-hambatan di sektor riil bisa berkurang secara signifikan. Karena saya bertaruh, untuk triwulan ini laju pertumbuhan ekonominya bisa lebih cepat dibanding sebelumnya. Kita targetkan di atas 5 persen, kalau bisa syukur,” ujarnya optimistis.

Baca juga artikel terkait UTANG PEMERINTAH atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra