tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menanggapi persoalan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tutup karena dana operasional belum cair. Menurutnya, sebagian kabar penutupan SPPG itu merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks, sementara sebagian lainnya memang benar.
“Ada sebagian dari hoaks,” kata Nanik singkat dalam keterangan pers usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2026).
Pucuk pimpinan anyar BGN tersebut mengatakan seluruh dana operasional sudah dicairkan mulai Jumat (5/6/2026). Terbaru, BGN sudah mencairkan dana operasional SPPG senilai Rp5 triliun pada hari ini.
“Jadi, memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan. Tadi, kalau tidak salah, kami dapat laporan Rp5 triliun dicairkan hari ini,” katanya sembari mengonfirmasi data yang dia terima dari Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, dalam kesempatan yang sama.
Dengan pencairan seluruh dana operasional ini, Nanik menilai tidak akan ada lagi masalah pada operasional SPPG di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
“Jadi, tidak ada masalah. Masalah teknis saja,” tambah Nanik.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BGN Agustina mengungkapkan pihaknya sudah mencairkan dana operasional pada 27 dapur MBG di Aceh Besar yang dikabarkan berhenti beroperasi.
“(Dana operasional) yang 27 (dapur MBG) itu sudah masuk,” ungkapnya.
Sebelumnya, sebanyak 27 SPPG di Aceh Besar berhenti beroperasi akibat anggaran operasional dari BGN belum cair. Angka itu diperoleh berdasarkan hasil pendataan Koordinator Wilayah SPPG Aceh besar di lapangan.
Dengan kondisi ini, Koordinator Wilayah SPPG Aceh, Feisal Akbar, berharap dana operasional SPPG Aceh Besar dapat segera dicairkan.
"Per hari ini yang tidak operasional karena belum masuk dana virtual account (VA) dari pusat ada 27 SPPG," dikutip Kompas.com.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id



























