Menuju konten utama

Smelter Freeport di Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober

Ini karena pasokan konsentrat dari tambang bawah tanah GBC sudah terhenti imbas penutupan sementara karena longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Smelter Freeport di Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas (kedua kanan) meninjau pembangunan proyek Smelter Freeport di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/2/2023).ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/Zk/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kegiatan produksi tambang bawah tanah (underground) di area Grasberg Block Cave (GBC), yang terhenti akibat longsor, membuat operasional smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur berhenti sementara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa operasional Smelter di Gresik hanya akan bertahan sampai akhir Oktober 2025. Hal ini karena pasokan konsentrat dari tambang bawah tanah GBC sudah terhenti imbas penutupan sementara karena longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Nanti bulan Oktober, ini akhir Oktober mungkin (akan berhenti). Sementara berhenti," ucap Tri di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (14/10/2025).

Sementara itu, terkait kapan tambang bawah tanah GBC Freeport akan beroperasi kembali, Tri masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari Freeport. Evaluasi dilakukan untuk memastikan penyebab longsor sekaligus menentukan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ya dia (PTFI) evaluasi dulu, jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi kira-kira. Dia sudah kita minta untuk melibatkan pekerja yang lama, yang tahu soal geoteknik, yang tahu soal terowongannya dulu, yang mendesain, gitu-gitu kan. Untuk ini tuh kemungkinan akan terjadi lagi nggak sih. Kalau misalnya akan terjadi mitigasinya apa," ujar Tri.

Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pengoperasian kembali tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) masih dihentikan setelah menunggu hasil audit operasional tambang bawah tanah.

Diketahui, longsor lumpur bijih basah terjadi di area tambang bawah tanah di kawasan Grasberg Block Cave (GBC) Extraction 28-30 Panel, Tembagapura, Kabupaten Mimika, pada 8 September 2025 malam sekitar pukul 22.00 WIT.

Sebanyak tujuh pekerja yang terperangkap di area tambang bawah tanah GBC, lima orang di antaranya kru PT Redpath Indonesia dan dua kru elektrik PT Cipta Kontrak di bawah Divisi Operation Maintenance PTFI.

"Sekarang belum ada yang bisa dilakukan produksi, tetapi kita lagi lakukan audit sampai kemudian bisa menemukan apa faktor penyebabnya," kata Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Baca juga artikel terkait FREEPORT atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra