tirto.id - Seorang nenek di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat bernama Saudah menjadi korban penganiayaan diduga karena menolak tambang ilegal.
Nenek Saudah ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan tidak sadarkan diri di semak-semak. Ia lantas dilarikan ke RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping untuk mendapatkan penanganan medis.
Siapa Nenek Saudah & Bagaimana Kronologi Penganiayaan?
Pada Kamis, 1 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, nenek Saudah yang berusia 68 tahun mendatangi aliran sungai di Nagari Padang Mantinggi yang diduga sebagai aktivitas penambangan ilegal.
Saat itu, Saudah datang bukan untuk melarang, melainkan hanya untuk meminta agar pekerjaan yang sedang berlangsung dihentikan sementara pada siang hari.
Namun, saat ia menyorot lokasi dengan senter, korban tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang tak dikenal. Ia dilempari batu, dipukuli dengan tangan kosong berulang kali, diseret, dan akhirnya dibuang ke semak-semak di sekitar lokasi.
Korban sempat tidak sadarkan diri dan dikira meninggal oleh para pelaku sebelum akhirnya ditemukan oleh warga dalam kondisi terluka parah.
Saudah kemudian dibawa ke RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping untuk mendapatkan perawatan intensif, dengan wajah lebam, mata membiru, dan tubuh yang masih merasakan nyeri.
Polisi segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian dan rumah sakit untuk memastikan kondisi korban serta menelusuri dugaan aktivitas tambang ilegal yang menjadi latar belakang serangan tersebut.
Hal ini juga sudah mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy. Vasco menelepon Saudah untuk mengecek keadaan dan mengabarkan bahwa pelaku sudah ditangkap.
"Hal Ini harus jadi pelajaran keras bagi generasi muda. Di Ranah Minang, wanita adalah Bundo Kanduang, yang harus dijunjung tinggi martabatnya, dijaga kehormatannya. Bukan untuk disakiti, apalagi dianiaya," demikian tulis Vasco di Instagram, Rabu (7/1).
Kondisi Nenek Saudah kini sudah mulai membaik.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































