tirto.id - Sosok bernama Mulyono mendadak viral usai hadir dalam reuni akbar angkatan 1980 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar di Yogyakarta pada Sabtu, 26 Juli 2025. Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah rekan lamanya semasa kuliah.
Dalam kesempatan itu, Mulyono memperkenalkan diri sebagai teman satu angkatan Jokowi dan menyebut bahwa mereka pernah satu kampus, sering berbincang, bahkan beberapa kali mendaki gunung bersama.
Kehadiran Mulyono dalam acara reuni tersebut menarik perhatian karena pernyataannya dianggap memperkuat keaslian latar belakang pendidikan Jokowi. Namun, tak lama berselang, muncul tuduhan yang menyebut Mulyono bukan alumni UGM, melainkan seorang calo tiket terminal di Solo bernama asli Wakidi.
Kontroversi ini memicu perdebatan luas di media sosial, menghadirkan berbagai klaim, sanggahan, dan pembelaan dari mereka yang mengenal sosok Mulyono. Artikel ini mengulas lebih jauh siapa sebenarnya Mulyono dan bagaimana duduk perkara tudingan yang menyertainya.
Siapa Mulyono Teman Jokowi?
Dalam wawancara dengan awak media saat acara reuni, Mulyono memperkenalkan diri sebagai teman seangkatan Jokowi.
Ia juga menyebut nomor induk mahasiswa 1684—angka yang menandakan bahwa ia masuk kuliah di tahun yang sama dengan Jokowi. Ia juga mengaku tak keberatan jika namanya sering disamakan dengan julukan “Jokowi”, mengisyaratkan kedekatan hubungan yang terjalin sejak masa kuliah.
Ia menjelaskan bahwa pada masa ia berkuliah, Fakultas Kehutanan UGM tidak memiliki pembagian jurusan resmi. Mahasiswa diberi kebebasan memilih topik skripsi sesuai minat, termasuk di bidang ekonomi manajemen.
Beredar Isu Mulyono adalah Calo Terminal
Isu ini meledak setelah pengacara asal Solo, Muhammad Taufiq, mengunggah video melalui akun YuTube Muhammad Taufiq & Partners Law Firm pada Minggu (27/5).
Dikutip Selasa (29/7), dalam video tersebut, Taufiq menyebut Mulyono sebenarnya adalah seorang calo tiket bus di Terminal Tirtonadi, Solo, yang bernama asli Wakidi.
"Saya sudah investigasi, menghubungi pentolan Terminal Tirtonadi. Singkat kata, yang bersangkutan namanya Wakidi, bukan Mulyono. Dia itu calo tiket," kata Taufiq.
Tudingan ini semakin viral setelah peneliti media dan politik, Buni Yani, ikut angkat bicara melalui akun Facebook."Wakidi bukan alumni UGM tapi alumni UTTS [Universitas Terminal Tirtonadi Solo]," tulis Buni Yani di akun FB, dikutip Selasa (29/7).
Mulyono pun telah menanggapi tuduhan itu. Ia membantah dirinya pernah menjadi calo dan menegaskan bahwa selepas kuliah ia merantau ke berbagai daerah seperti Mentawai, Maluku, Papua, hingga Jambi untuk bekerja sebagai pekerja swasta di bidang kehutanan.
Klarifikasi ini ia sampaikan bersama kader PSI, Dian Sandi Utama, yang juga membantah tuduhan tersebut. Menurut Dian, bahkan pihak terminal mengaku tak mengenal sosok Mulyono ketika ditunjukkan fotonya.
Mulyono menegaskan bahwa ia memang mahasiswa angkatan 1980 Fakultas Kehutanan UGM dengan nomor induk 1684 dan lulus pada Februari 1987—dua tahun setelah Jokowi. Ia mengaku mengenal Jokowi sejak kuliah dan beberapa kali beraktivitas bersama di luar kampus.
Pernyataan ini turut dibenarkan oleh Mustoha Iskandar, rekan seangkatannya, yang menyebut bahwa tudingan “setingan” terhadap mereka adalah tidak masuk akal.
Hingga kini, tuduhan bahwa Mulyono adalah calo tiket belum terbukti secara faktual dan telah dibantah langsung oleh yang bersangkutan serta para alumni UGM lainnya.
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































