Menuju konten utama

Siapa Gusti Aju Dewi & Ada Masalah Apa dengan Ferry Irwandi?

Gusti Aju Dewi, pakar grafologi Indonesia, berseteru dengan Ferry Irwandi soal tuduhan manipulasi video TNI. Ini kronologi dan faktanya.

Siapa Gusti Aju Dewi & Ada Masalah Apa dengan Ferry Irwandi?
Gusti Aju Dewi. instagram/gustiajudewi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama grafolog (ahli aksara) Gusti Aju Dewi menjadi salah satu yang paling dicari publik setelah berseteru dengan Ferry Irwandi. Gusti dan Ferry saling klaim kebenaran menurut versi mereka masing-masing. Apa masalahnya dan siapa Gusti Aju sebenarnya?

Gusti Aju menuding Ferry Irwandi telah melakukan Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) saat menjadi narasumber dalam sebuah program televisi. Gusti meminta Ferry mengklarifikasi namun tidak dikabulkan oleh influencer yang kerap menyoroti politik itu.

Profil Gusti Aju Dewi

Gusti Aju Dewi, yang sebelumnya lebih dikenal publik dengan nama Deborah Dewi, adalah seorang pionir grafologi Indonesia dan pakar strategi kecerdasan perilaku (Behavioral Intelligence Strategist) yang kini mengembangkan pendekatan integratif antara grafologi dan kecerdasan buatan (AI).

Ia lahir di Indonesia dan menempuh pendidikan sarjana di Universitas Katolik Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional (1999–2002), sebelum melanjutkan studi Magister Informatika dengan spesialisasi Kecerdasan Buatan (AI) di School of Computer Science, Universitas Nusa Putra, sejak Maret 2024.

Karier Gusti dimulai sejak 2011 sebagai grafolog profesional, dan sejak itu ia telah menganalisis ribuan tulisan tangan dari berbagai latar belakang termasuk tokoh nasional seperti Presiden ke-7 Joko Widodo, Prabu Revolusi, hingga selebriti seperti Kiky Saputri.

Ia juga merupakan pendiri ISOG (Indonesian School of Graphologist), sebuah lembaga edukasi dan sertifikasi grafologi yang didukung oleh praktisi grafolog internasional.

Pada tahun 2018, Gusti menjadi orang Indonesia pertama yang tersertifikasi grafologi secara global melalui skema EC0-293 di bawah SEP-CONOCER Meksiko, dan pengakuannya tercatat dalam Gaceta Oficial (Lembaran Negara Meksiko), berlaku di 83 negara.

Gusti Aju menjabat sebagai Founder PT. Karakter Transformasi Pertiwi (KTP) dan menjadi Asesor Utama Program Pendidikan Karakter Panca Waluya oleh Pemprov Jawa Barat sejak 2025.

Pada September 2024, Gusti menjadi pembicara internasional di Konferensi Forensik & Grafologi di Universitas UNID, Meksiko. Selain itu, ia juga aktif sebagai dosen tamu dalam kursus AI, National Security & Warfare oleh Forum of Global Studies, serta menjadi kontributor penulis dalam Buletin Mercusuar Juni 2025 (Pusjianmar – Sesko AL).

Di luar dunia akademik dan profesional, Gusti juga dikenal karena kontribusinya dalam bidang sosial. Ia pernah menjadi Area Coordinator Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) pada 2015–2017. Ia juga tercatat sebagai anggota IKAL Strategic Center, dan telah mengikuti Pelatihan Trainer Nasional Kebangsaan (PPNK) di Lemhannas RI.

Kronologi Perseteruan Gusti Aju vs Ferry Irwandi

Perseteruan antara Gusti Aju dengan influencer Ferry Irwandi bermula saat Gusti melihat video penangkapan TNI oleh Brimob di Palembang yang ditayangkan dalam acara “Rakyat Bersuara” di iNews TV.

Gusti Aju Dewi menuduh bahwa Ferry Irwandi, sebagai narasumber setelah video itu diputar, telah menambahkan kalimat yang tidak ada dalam video asli, yaitu: “Bukan cuma saya Pak, kata orang TNI ini.”

Menurut Gusti, tambahan kalimat tersebut membuat kesan bahwa banyak anggota TNI terlibat dalam kerusuhan. Ini adalah sebuah narasi yang menurutnya provokatif dan bisa memicu ketegangan masyarakat dengan institusi militer atau aparat.

Gusti mengatakan telah meminta klarifikasi dari Ferry melalui Direct Messages (DM) di Instagram, namun tidak ditanggapi oleh Ferry.

Melalui unggahan di akun YouTubenya, Ferry membantah tuduhan Gusti Aju tersebut. Dia menyatakan bahwa dia tidak menambah kalimat tersebut, atau bahwa jika ada salah dengar, itu bukan penambahan yang disengaja.

Ferry balik menantang Gusti Aju Dewi untuk menunjukkan bukti video asli. Tak hanya itu, Ferry juga membuat narasi seolah sedang diancam akan dihilangkan nyawanya dari tangkapan layar obrolan grup WA yang juga beranggotakan Gusti Aju.

Melihat pemberitaan sudah semakin melebar, Gusti Aju membuat klarifikasi di Instagramnya yang menjelaskan semuanya.

“1. Tidak ada isu personal, 2. Dari awal saya hanya minta klarifikasi sederhana, tapi ditolak berkali-kali — bahkan 11x lewat DM langsung dengan @irwandiferry, 3. Isu WAG yang dipotong-potong dan disusun tidak kronologis itu sudah melebar dan tidak substansial, namun tetap saya jawab di video ini supaya clear krn postingan @irwandiferry ttg WAG itu fitnah keji terhadap saya,” tulis Gusti.

Keduanya kemudian dipertemukan di podcast yang dipandu Denny Sumargo untuk mengklarifikasi dan mengakhiri perseteruan.

Baca juga artikel terkait INFLUENCER atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra