tirto.id - Agus Setiawan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menjadi salah satu peserta yang hadir dalam audiensi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Rabu (3/9).
Siapa Agus? Kenapa ia viral hingga BEM UI angkat bicara?
Agus Setiawan hadir dalam audiensi DPR RI pada Rabu (3/9) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Pada kesempatan itu, Agus menyampaikan beberapa poin tuntutan para mahasiswa dan rakyat selama demonstrasi berlangsung dari periode Agustus hingga awal September ini.
Salah satu poin yang disampaikan Agus adalah mendesak para wakil rakyat untuk membentuk satgas menyelidiki tudingan dugaan makar yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terhadap para demonstran. Hal ini tentu berbeda dengan 17+8 tuntutan rakyat yang diusung saat demo.
Siapa Agus Setiawan BEM UI yang Hadiri Audiensi DPR?
Agus Setiawan adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi Ilmu Politik di Universitas Indonesia. Ia terpilih sebagai peserta Young Leaders for Indonesia (YLI) National Wave 16 yang diselenggarakan oleh McKinsey & Company, sebuah program pengembangan kepemimpinan.
Selama masa studinya, Agus aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjadi Staf Departemen Pengabdian Masyarakat (2022) di BEM UI. Ia berpengalaman sebagai Vice Project Officer di Gerakan UI Mengajar, Wakil Direktur Departemen Sosial Masyarakat Forum Studi Islam FISIP UI, serta Ketua Komisi Sosial Politik di Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP UI.
Agus Setiawan dan Bintang Maranatha Utama terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2025 pada Pemira UI 2024 (sebutan pemilihan umum di UI) pada 31 Desember 2024. Ia menjabat sebagai ketua BEM UI hingga sekarang.
Di luar kampus, Agus pernah mengikuti program magang advokasi di YUAB – Bicara Udara. Ia juga pernah menjadi bagian dari HIPMI PT UI sebagai Staf Departemen Sosial.
Dualisme Terbentuk, BEM UI Jadi Dua Kubu?
Agus Setiawan dan Bintang Maranata adalah Ketua dan Wakil Ketua BEM UI yang dipilih oleh Rektor karena memenangi Pemilihan Umum Ketua BEM UI pada Desember 2024 lalu. Namun naiknya Agus dan Bintang sebagai pemimpin mahasiswa UI ini ternyata tidak didukung oleh sebagian mahasiswa.
Mereka menilai telah terjadi kecurangan dalam voting menilai jika kemenangan Agus dan Bintang tidak valid.
Sejak pemilihan tersebut, mahasiswa UI terbagi menjadi dua kubu BEM yakni BEM UI Ungu yang dipimpin Agus Setiawan dan BEM UI Kuning yang diketuai oleh Zayyid Sulthan (Atan).
Adanya dualisme ini yang memantik perpecahan dalam tubuh mahasiswa UI dalam menyikapi kehadiran Agus di audiensi DPR kemarin.
bem se-ui sepakat untuk tidak menghadiri audiensi dpr hari ini karena stance kami adalah tidak memercayai sistem dan lembaga dpr saat ini dan akan terus membersamai masyarakat dalam mereformasi sistem saat ini.
— Muhammad Fawwaz Farhan Farabi (@kaboooyyy) September 3, 2025
Fawwas menjelaskan keputusan tidak hadir ini dikarenakan mereka menilai ini adalah jebakan DPR saja. Namun munculnya Agus membuat Fawwas menudingnya sebagai oknum yang mengkhianati perjuangan mahasiswa UI.
“kami melihat ini adalah jebakan dpr untuk "mencitrakan" diri mereka bahwa mereka sudah mendengar aspirasi mahasiswa. undangan hanya dalam waktu beberapa jam, tanpa undangan resmi, sangat tidak layak.” terangnya.
“lalu tiba-tiba muncul oknum bernama AGUS SETIAWAN yang hadir mewakili IKM UI. lu bener-bener ngekhianatin pergerakan UI bang. gue ngga tau ada kepentingan transaksional apa di balik ini. aspirasi lu juga ngga jelas ngomong apa. pengkhianat lu gus, sumpah serapah untuk lu,” tuding Fawwas.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























