Menuju konten utama

ShopeeFood Bantah Pesanan Kurirnya di Sleman Tertunda Berjam-jam

Pihak ShopeeFood menegaskan bahwa keterlambatan pengiriman makanan yang dilakukan AD adalah maksimal 8 menit karena kendala pada kondisi lalu lintas.

ShopeeFood Bantah Pesanan Kurirnya di Sleman Tertunda Berjam-jam
Ilustrasi ShopeeFood. foto/Shopeefood
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pihak ShopeeFood membantah tudingan keterlambatan pengiriman makanan hingga berjam-jam yang dilakukan kurirnya berinisial AD saat mengirim makanan kepada pelanggan bernama Takbirdha Tsalasiwi Wartyana (T) di Sleman, Yogyakarta, Kamis (3/7/2025) lalu.

Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, Rizkyandi Ramadhan, mengatakan bahwa keterlambatan pengiriman makanan yang dilakukan AD adalah maksimal 8 menit karena kendala pada kondisi lalu lintas.

"Terkait dengan informasi keterlambatan pengiriman pesanan hingga berjam-jam, kami telah melakukan pengecekan dan tercatat pada sistem bahwa keterlambatan waktu adalah maksimal 8 menit dikarenakan adanya kendala pada kondisi lalu lintas," kata Rizkyandi, dalam keterangan tertulis, yang dikutip Senin (7/7/2025).

Dia menjelaskan bahwa sistem ShopeeFood secara otomatis memberikan estimasi waktu pesanan yang disesuaikan dengan jenis pengiriman yang dipilih oleh pelanggan di aplikasi.

"Estimasi waktu pengiriman dapat berubah tergantung pada kesiapan pihak merchant, ketersediaan Mitra Pengemudi, kondisi cuaca, kondisi lalu lintas, maupun kondisi lainnya baik yang terduga atau tidak. Jika ada perubahan, sistem secara otomatis memperbarui estimasi waktu yang ditampilkan di aplikasi," ujarnya.

Berdasarkan informasi, AD menerima pesanan ganda dari sistem. Namun, Takbirdha memilih jenis pengiriman reguler sehingga satu kurir harus mengunjungi dua merchant untuk mengambil pesanan.

Lebih lanjut, Rizkyandi menyayangkan insiden yang menimpa AD pada Kamis (3/7/2025). Dia juga prihatin dengan adanya penggerudukan yang dilakukan oleh sejumlah driver ojek online ke rumah Takbirdha.

"Saat ini kami telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sleman untuk memberikan dukungan yang diperlukan selama proses penyelidikan. Kami juga memastikan Mitra Pengemudi yang terdampak mendapatkan penanganan dan pendampingan yang diperlukan," tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa ShopeeFood menentang segala bentuk kekerasan, dan berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak dalam ekosistem Shopeefood, baik mitra, pengemudi, maupun pelanggan.

"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak terprovokasi, menjaga situasi tetap kondusif, dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan," pungkasnya.

Diketahui, Polisi telah menetapkan Takbirdha sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap AD, driver ShopeeFood.

Sebelumnya, AD dianiaya Takbirdha karena tidak terima pesanannya terlambat berjam-jam. Dalam kejadian tersebut, pacar AD, yang ikut dalam pengantaran, mengalami luka cakaran dan dijambak oleh Takbirdha. Korban lantas melapor ke Polres Sleman, Jumat (4/7/2025).

Pada Sabtu (5/7/2025) malam, sejumlah massa driver ShopeeFood menggeruduk Polres Sleman saat Takbirdha mendatangi Polres Sleman. Sejumlah driver online tidak langsung pulang dan menggeruduk rumah Takbirdha. Kericuhan tetap terjadi meski sempat dimitigasi. Beberapa driver melampiaskan amarah dengan merusak fasilitas umum, termasuk satu mobil patroli polisi.

Dalam kasus perusakan mobil polisi saat demo massa driver di kediaman Takbirdha, polisi juga telah menetapkan dua tersangka. Dengan demikian, total tersangka pada perkara ini berjumlah tiga orang.

Baca juga artikel terkait PENGANIAYAAN atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher