tirto.id - Apakah setelah Nisfu Syaban yang tahun ini berlangsung sejak Senin, 2 Februari 2026 malam hari hingga Selasa, 3 Februari, seorang muslim masih boleh berpuasa? Bagaimana jika dia masih punya utang puasa, tetapi Nisfu Syaban sudah lewat? Lantas, kapan 1 Ramadhan 1447 H?
Kurang dari 1 bulan, umat Islam akan menyambut bulan Ramadan dan melaksanakan puasa wajib selama 29 atau 30 hari bagi yang tidak terkena halangan syari'i. Oleh karenanya, umat Islam perlu memaksimalkan bulan Syaban yang merupakan bulan terakhir sebelum Ramadhan.
Apalagi, jika masih ada utang puasa sehingga umat Islam wajib segera menyelesaikan qadha puasa atau mengganti utang puasa Ramadan tahun lalu. Lantas, kapan batas akhir seseorang berpuasa sebelum Ramadhan tahun ini tiba?
Setelah Nisfu Syaban 2026, Apakah Boleh Puasa Qadha & Sunnah?
Nisfu Syaban bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026. Sebagaimana puasa yang Rasulullah amalkan pada bulan Syaban, waktu Nisfu Syaban ini dapat diisi dengan berpuasa sunah, seperti puasa Ayyamul Bidh atau puasa Daud.
Pertanyaan berikutnya ialah apakah setelah Nisfu Syaban, masih boleh puasa qadha dan sunah? Salah satu hadis menyebutkan adanya larangan puasa setelah Nisfu Syaban.
Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini didasarkan atas pertimbangan agar umat Islam mempersiapkan tenaga dan kekuatan menjelang bulan Ramadan. Namun, umat Islam tetap dapat melaksanakan puasa sunah setelah Nisfu Syaban apabila sudah terbiasa melaksanakannya, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud.
Kekhawatiran melaksanakan puasa sunah setelah Nisfu Syaban disebabkan oleh syak, yakni hari yang ragu-ragu antara bulan Syaban atau sudah Ramadan. Para ulama cenderung melarang amalan puasa pada hari syak, yakni 1-2 hari sebelum masuknya Ramadan.
Di sisi lain, Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan, “Mayoritas ulama [selain ulama Mazhab Imam Syafi’i] membolehkan puasa sunah setelah Nisfu Sya’ban dan mereka melemahkan hadits larangan puasa setelah Nisfu Syaban. Imam Ahmad dan Ibnu Ma’in mengatakan hadis tersebut munkar.”
Dilihat dari beberapa penjelasan tersebut, tampak bahwa para ulama berbeda pendapat terkait hukum puasa setelah Nisfu Syaban. Meski demikian, menurut para ulama tidak ada larangan puasa setelah Nisfu Syaban dengan syarat seorang muslim sudah biasa melaksanakan puasa tersebut.
Sementara itu, puasa qadha atau mengganti utang puasa tetap wajib dilaksanakan meski pada hari-hari setelah Nisfu Syaban.
Imam Nawawi, seorang ulama kenamaan asal Suriah, dalam kitab Al-Majmu Syarh al-Muhadzdzab (1996), menjelaskan, "Jika ia mengakhirkan puasa qadha sampai datang Ramadan berikutnya tanpa uzur, ia telah berdosa, dan ia harus berpuasa Ramadan yang datang.”
Dengan demikian, puasa qadha tetap harus dilaksanakan pada hari-hari setelah Nisfu Syaban. Jika sampai terjadi puasa qadha belum diselesaikan hingga sebelum Ramadan ini, maka qadha wajib dilanjutkan hingga kurun waktu sebelum 1 Ramadan tahun berikutnya.
Terkait hal ini, umat Islam wajib menggunakan asas kehati-hatian bahwa sebaiknya qadha puasa diselesaikan sebelum hari syak. Ini menjadi pengingat yang sangat penting.
Kapan 1 Ramadhan 2026 NU & Muhammadiyah, Apakah Sama?
Kapan 1 Ramadhan 2026 di Indonesia diperkirakan akan berlangsung sekitar tanggal 18 atau 19 Februari 2026.
Muhammadiyah sudah menetapkan keputusan 1 Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026. Keputusan 1 Ramadhan Muhammadiyah lebih dulu ditetapkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Penetapan ini dituangkan dalam Maklumat resmi Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada 18 Februari 2026.
Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah menerapkan metode yang sama untuk menentukan 1 Ramadhan. Pemerintah sendiri masih menunggu keputusan hasil Sidang Isbat yang akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026. Hasil keputusan Sidang Isbat dimungkinkan pada 2 opsi jatuhnya 1 Ramadhan 1447 H.
Jika hilal terlihat pada 29 Syakban 1447 H atau 17 Februari 2026, maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Namun, apabila hilal tidak tampak pada 29 Syaban 2026, maka NU dan pemerintah mengikuti kaidah istikmal.
Kaidah ini akan menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari sehingga puasa Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026. Masyarakat dapat memantau informasi pelaksanaan Sidang Isbat untuk mengetahui keputusan 1 Ramadhan 1447 Hijriah oleh pemerintah.
Berkaitan dengan puasa sunnah dan puasa qadha, dengan pertimbangan bahwa tanggal 18 Februari kemungkinan sudah Ramadhan, umat Islam yang hendak melakukan puasa ganti, perlu mempertimbangkan untuk menuntaskan utangnya paling maksimal 17 Februari 2026. Semakin cepat utang puasa dibayar, akan semakin baik.
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Fitra Firdaus
Masuk tirto.id


































