Menuju konten utama

Bacaan Malam Nisfu Syaban 2026, Urutan Dzikir, & Doa Lengkap

Bacaan malam Nisfu Syaban 2026 apa saja dan bagaimana urutan amalan, dzikir, dan doa lengkap yang benar dari maghrib hingga menjelang pagi? 

Bacaan Malam Nisfu Syaban 2026, Urutan Dzikir, & Doa Lengkap
ilustrasi foto ramadhan 2024. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Bacaan malam Nisfu Syaban 2026 berupa doa dan dzikir sepanjang Senin, 2 Februari 2026 malam (malam 15 Syaban), bagaimana urutannya? Selepas shalat maghrib, apakah kita langsung membaca Surah Yasin 3 kali dan dilanjutkan dengan doa Nisfu Syaban?

Salah satu keistimewaan bulan Syaban terletak pada malam Nisfu Syaban. Pada malam tersebut, umat Islam terbiasa memperbanyak amalan, seperti salat sunah, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir. Pada malam Nisfu Syaban yang disebut juga sebagai malam maghfirah atau pengampunan, Allah Swt. membuka pintu taubat bagi seluruh hamba-Nya.

Berdasarkan kalender Hijriah terbitan Kemenag RI, Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT) Muhammadiyah, dan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), 1 Syaban 1447 ditetapkan pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dengan demikian, Nisfu Syaban atau 15 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa Legi, 3 Februari 2026. Artinya, malam Nisfu Syaban 2026 dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 saat malam hari setelah salat magrib.

Bagaimana bacaan malam Nisfu Syaban 2026, mencakup urutan dzikirnya? Simak rangkaian amalan dan dzikir Nisfu Syaban 2026 beserta doa lengkapnya.

Bacaan Malam Nisfu Syaban 2026, Urutan Dzikir, & Doa Lengkap

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saat malam Nisfu Syaban 2026. Beberapa amalan yang dapat dilakukan, seperti salat, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir.

Rangkaian amalan tersebut bisa mulai ditunaikan saat malam Nisfu Syaban, yakni 2 Februari 2026 malam hari setelah salat magrib. Berikut ini rangkaian amalan dan dzikir Nisfu Syaban 2026:

Shalat Magrib

Menunaikan salat magrib merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah. Ibadah ini menjadi pembuka sekaligus penanda telah masuknya waktu Nisfu Syaban.

Membaca Surat Yasin 3 Kali

Anjuran membaca surat Yasin sebanyak 3 kali pada malam Nisfu Syaban ada dalam kitab Mujribat karya Ad-Dairaby.

Setiap pembacaan surat Yasin memiliki niat yang berbeda-beda. Berikut ini peruntukan atau niat-niat dalam membaca surat Yasin saat malam Nisfu Syaban:

  • Surat Yasin pertama, dibaca untuk memohon panjang umur (yang berkah) dan ketaatan/ketakwaan serta dapat istiqamah kepada Allah Swt.
  • Surat Yasin kedua, dibaca untuk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala/marabahaya lahir-batin.
  • Surat Yasin ketiga, dibaca untuk memohon kekayaan hati yang langsung dari Allah, tidak mudah meminta-minta pada selain Allah, serta dimantapkan iman dan Islam sampai akhir hayat.

Membaca Doa Nisfu Syaban

Setelah membaca surat Yasin dan menjelang Isya, umat Islam dapat membaca doa Nisfu Syaban. Pembacaan doa ini dimaksudkan sebagai permohonan agar catatan amal yang buruk dihapus dan diganti dengan catatan amal yang baik.

Berikut ini lafal doa Nisfu Syaban:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.

اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

(Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.)

Artinya:

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan selawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah Swt.”

Shalat Isya

Setelah melakukan salat magrib dan membaca surat Yasin beserta doa Nisfu Syaban, umat Islam dapat menunaikan salat Isya yang merupakan ibadah wajib harian.

Shalat Taubat 2 Rakaat

Salah satu amalan malam Nisfu Syaban adalah salat taubat yang didirikan setelah salat Isya dengan 2 rakaat 1 kali salam.

Berikut ini niat salat taubat:

Ushalli sunnatat taubati rok’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat salat sunah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Setelah melaksanakan salat tersebut, dianjurkan membaca doa taubat seperti berikut:

“Astaghfirullahal ‘azhiima, alladzii laa illaha illa huwal hayyul qayyuumu waatuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku linafsihi dlarran walaa nafa’an walaa mautan walaa hayaatan walaa nusyuuraa.”

Artinya: “Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya sebagaimana taubatnya hamba yang zalim yang berdosa tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.”

Shalat Tasbih

Salat tasbih berjumlah 4 rakaat dan bisa dikerjakan pada siang atau malam hari. Pada malam hari, salat tasbih bisa dikerjakan 4 rakaat dengan 2 kali salam (1 kali salam tiap 2 rakaat).

Berikut ini lafal niat salat tasbih (2 rakaat):

Ushallii sunnatat-tasbiihi rak'ataini lillaahi Ta'aalaa.”

Artinya: “Aku niat salat tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Kemudian, berikut ini bacaan tasbih:

“Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil azhiimi.”

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan yang lebih tinggi derajatnya dari-Nya dan tidak lebih besar derajatnya dari-Nya, dan tidak ada suatu kekuasaan pun kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa.”

Shalat Hajat

Salat hajat merupakan salah satu ibadah sunah yang biasanya dikerjakan jika memiliki keinginan tertentu atau tengah mencari solusi atas suatu permasalahan. Namun, salat ini juga bisa dikerjakan pada malam Nisfu Syaban.

Salat hajat dianjurkan dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat. Namun, salat hajat juga bisa dikerjakan cukup 2 rakaat. Salat ini seperti salat lainnya, tapi dianjurkan dalam salat setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas dan ayat kursi.

Berikut lafal niat salat Hajat:

Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya: “Aku niat salat sunah hajat dua rakaat karena Allah Swt.”

Setelah salat hajat, dianjurkan membaca istihfar 100 kali, bacaan “La ilaha illallah” 100 kali, serta shalawat 100 kali. Kemudian, dapat membaca doa hajat:

“Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.”

“Maha Suci Dzat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Maha Suci Dzat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan. Maha Suci Dzat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.”

Shalat Witir

Salat witir termasuk salat sunah yang bisa dikerjakan setelah isya sampai fajar. Waktu yang lebih baik untuk melakukan ibadah ini adalah pada akhir malam, tepatnya yakni sebagai penutup dari segala ibadah salat yang dilakukan pada malam hari.

Berikut lafal niat salat witir:

Ushallî sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’âlâ.

Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

Jika Anda ingin mendalami seputar nisfu syaban dan Ramadhan, kunjungi artikel-artikel rekomendasi Tirto.id melalui tautan berikut.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus