Menuju konten utama

Setelah Bea Cukai, Purbaya Akan Obrak-Abrik Pajak Minggu Depan

Dalam restrukturisasi ini, baik di DJP maupun DJBC sebagian di antaranya bakal dirumahkan.

Setelah Bea Cukai, Purbaya Akan Obrak-Abrik Pajak Minggu Depan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Indonesia Fiscal Forum 2026. tirto.id/Hendra

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menargetkan perombakan pejabat hingga pegawai di jajaran Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) pada pekan depan. Langkah ini sebagai lanjutan setelah merampungkan reformasi struktural di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu esok hari.

“Kami akan memperbaiki, restrukturisasi pegawai pajak dan bea cukai secara besar-besaran. [Restrukturisasi pegawai] bea cukai akan kami mulai besok, [sedangkan] pajak akan kami mulai minggu depan,” ujar Purbaya usai Konferensi Pers Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Dalam restrukturisasi ini, baik di DJP maupun DJBC sebagian di antaranya bakal dirumahkan. Karenanya, kepada para pegawai bea cukai, Purbaya berpesan agar memperbanyak doa di malam hari ini, sebelum ada pengumuman perombakan besok, Rabu (28/1/2026).

“Sebagian yang dirumahkan, sebagian nggak. Mereka tergantung doa mereka nanti malam,” tambah Purbaya.

Bendahara Negara itu tidak menjelaskan lebih lanjut perkara rencana perombakan besar-besaran pegawai Pajak. Namun, di DJBC, perombakan tidak hanya menyasar pegawai dan pejabat selain Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama.

Sebagai perbaikan tata kelola DJBC, Purbaya mengancam akan merumahkan pegawai yang berada di tingkat kantor wilayah, termasuk di pintu-pintu pelabuhan. Secara khusus, ia menyebut pegawai yang akan disasar berasal dari 5 pelabuhan besar, di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Mas, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Batam, dan Pelabuhan di Sumatera Utara.

“(Pengganti pegawai yang dirumahkan) dari (Ditjen) Pajak yang kami anggap masih bisa bekerja lebih baik,” tegas dia.

Sementara itu, rencana untuk mengobrak-abrik DJBC dan DJP ini disampaikan dalam acara Indonesia Fiscal Forum 2026 yang dihelat Tirto pagi tadi. Restrukturisasi ini merupakan cara untuk menyampaikan pesan kepada seluruh pegawai di jajaran Ditjen Bea dan Cukai agar bekerja dengan lebih serius dalam menangani kasus under invoicing dan berbagai masalah di bea cukai lainnya.

"Ini message untuk teman-teman bea cukai yang lain. Supaya bekerja dengan lebih serius ke depan. Bea cukai ini orangnya pinter-pinter, kalau dipaksa ya saya suruh buat AI program untuk deteksi under invoicing dua minggu selesai. Jadi, kita punya harapan. Tapi perlu shock therapy supaya mereka kerja lebih keras," jelas Purbaya.

Baca juga artikel terkait PEGAWAI PAJAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah