Menuju konten utama

Serangan Teroris di Pahalgam India, Puluhan Warga Tewas Ditembak

Sekelompok pria bersenjata melakukan serangan brutal terhadap wisatawan di Pahalgam, India pada Rabu, 23 April 2025. Puluhan warga tewas tertembak.

Serangan Teroris di Pahalgam India, Puluhan Warga Tewas Ditembak
Petugas keamanan memeriksa lokasi setelah serangan di Pahalgam, sekitar 90 km (55 mil) dari Srinagar pada 23 April 2025. (Photo by TAUSEEF MUSTAFA / AFP)

tirto.id - Pahalgam, sebuah kota indah di kawasan Himalaya yang sering disebut sebagai “Swiss-nya India”, diguncang oleh serangan bersenjata tragis pada Selasa, 23 April 2025.

Dalam serangan brutal tersebut, setidaknya 26 orang tewas setelah sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah rombongan wisatawan domestik yang sedang mengunjungi padang rumput di Baisaran, sekitar 5 km dari pusat Pahalgam.

Insiden ini terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan, menyebabkan kepanikan hebat di lokasi wisata yang biasanya damai.

“Kekacauan terjadi setelah serangan tiba-tiba itu, dan semua orang mulai berlarian, menangis dan berteriak,” ujar seorang wisatawan asal Gujarat yang menjadi saksi mata, dilansir BBC.

Banyak korban mengalami luka tembak serius, dan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis. Pasca kejadian, wilayah tersebut langsung dijaga ketat oleh pasukan keamanan India. Jalan-jalan utama diblokir dan patroli militer ditingkatkan guna mencegah serangan susulan.

Polisi mengatakan bahwa akses kendaraan ke lokasi kejadian sangat terbatas, dan operasi pencarian gabungan antara tentara India serta Polisi Jammu dan Kashmir masih berlangsung hingga kini.

Respons Dunia Terhadap Serangan Teroris di Pahalgam

Insiden ini langsung memicu reaksi global. Presiden AS Donald Trump menyebut kejadian ini sebagai kabar yang sangat mengganggu dan menyatakan bahwa, "Amerika Serikat berdiri teguh bersama India melawan Terorisme," di platform Truth Social.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan "Belasungkawa yang tulus atas konsekuensi dari kejahatan yang brutal", dan Ketua Komisi Eropa Ursula Von der Leyen menyebutnya sebagai "Serangan teroris keji".

Dari pihak India, Perdana Menteri Narendra Modi mempersingkat kunjungannya ke Arab Saudi untuk menangani situasi ini secara langsung. Dalam pernyataannya di platform media sosial X, Modi menyatakan, "Tekad kita untuk melawan terorisme tidak tergoyahkan dan akan semakin kuat." Ia juga menegaskan bahwa para pelaku akan segera dibawa ke pengadilan.

Serangan terhadap wisatawan seperti ini terbilang langka di Kashmir, meskipun wilayah tersebut telah mengalami konflik bersenjata selama lebih dari tiga dekade. Sejak 1989, kelompok militan telah melakukan berbagai serangan terhadap aparat keamanan dan warga sipil, namun skala dan sasaran kali ini tergolong mengejutkan.

“Jauh lebih besar dari apa pun yang pernah kita lihat yang ditujukan pada warga sipil dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Omar Abdullah, kepala menteri wilayah tersebut, menggambarkan besarnya dampak serangan kali ini.

Kashmir merupakan wilayah sengketa antara India dan Pakistan sejak pemisahan tahun 1947. Meskipun kekerasan sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir, insiden seperti ini menunjukkan bahwa ancaman keamanan masih tinggi. Sekitar 500.000 tentara India masih ditempatkan secara permanen di wilayah ini.

Pahalgam dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun internasional, dengan lebih dari 3,5 juta wisatawan tercatat mengunjungi Kashmir pada 2024. Pemerintah India telah berupaya mendorong pariwisata sebagai bagian dari pemulihan ekonomi kawasan. Namun serangan ini jelas menjadi pukulan berat bagi sektor tersebut.

Video-video dari lokasi kejadian yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan, teriakan korban, dan tubuh-tubuh tak bernyawa tergeletak di padang rumput. Meskipun keaslian video masih dalam verifikasi, dampaknya begitu nyata dan menyayat hati.

Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, aparat India terus melakukan penyelidikan dan operasi penyisiran di seluruh wilayah untuk memburu para pelaku.

Serangan di Pahalgam menjadi pengingat bahwa perdamaian di Kashmir masih rentan dan butuh kerja sama kuat dari semua pihak untuk menanganinya. Dunia mengecam aksi brutal ini, dan kini harapan tertuju pada langkah konkret untuk menuntaskan kasus ini serta mencegah terjadinya tragedi serupa di masa depan.

Baca juga artikel terkait TERORIS atau tulisan lainnya dari Lita Candra

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Lita Candra
Penulis: Lita Candra
Editor: Elisabet Murni P