Menuju konten utama
Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sensasi Uji Coba Kereta Cepat yang Siap Diresmikan Jokowi

Laju kereta terpantau memiliki kecepatan 351 km/jam. Saya sampai di Stasiun Tegalluar pukul 14.46 WIB.

Sensasi Uji Coba Kereta Cepat yang Siap Diresmikan Jokowi
Sejumlah penumpang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) saat menunggu keberangkatan di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/9/2023). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

tirto.id - Uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tahap 1 dilaksanakan pada Senin (18/9/2023). Mulai pukul 13.40 WIB, area parkir mobil penuh. Terlihat pintu lobi Stasiun Halim mulai ramai para penumpang. Petugas juga menempelkan stiker quality check bertuliskan The 1st Indonesian High Speed Railway.

Stasiun kereta cepat Halim terletak di Kecamatan Makassar, Jakarta Timur. Direncanakan, kereta cepat dari Halim akan menempuh waktu 46 menit menuju Stasiun Padalarang, kemudian ke stasiun akhir Tegalluar.

Dari stasiun Halim, saya mulai menjajal kereta cepat yang akan resmi dikomersialisasikan ke masyarakat umum pada 1 Oktober 2023. Para petugas mengenakan pakaian nuansa abu dan merah menyambut dengan ramah.

Melalui checking point, saya dicek data penumpang dan kartu tanda penduduk (KTP). Lalu, saya melewati metal detector, untuk mengecek badan dan bawaan di tas.

Selesai dari area pengecekan, naik ke peron nomor 1. Tak butuh waktu lama, saya langsung menaiki gerbong enam dan duduk di kursi yang sesuai dengan nomor di tiket.

Terdapat sedikit perbedaan dengan moda transportasi jarak jauh lainnya, kereta cepat tidak memiliki tempat untuk isi daya baterai. Hal ini bisa saja dimaklumi karena waktu tempuh kereta dari Jakarta ke Bandung tergolong singkat.

Selama perjalanan saya mengecek beberapa fasilitas di dalam gerbong. Terdapat toilet yang bersih, etalase rak untuk barang, bahkan loker di sebelah toilet. Untuk jumlah kursi, tiap gerbong disediakan 90 kursi penumpang.

Laju kereta terpantau memiliki kecepatan 351 km/jam. Saya sampai di Stasiun Tegalluar pukul 14.46 WIB. Selama perjalanan, tidak menemui kendala teknis. Semua mulus dan tampak siap dari sisi operasional kereta.

Uji coba Kereta Cepat tahap 1

Uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tahap 1 dilaksanakan Senin (18/9/2023). tirto.id/Faesal Mubarok

Menyoroti Kesiapan Aksesibilitas pada KCIC

Akan tetapi, saat akan memasuki kawasan Stasiun Halim, saya dibuat bingung dengan jalan terusan ke stasiun yang dikhususkan bagi kendaraan pribadi. Bagi penumpang yang tidak membawa kendaraan bermotor, terpaksa harus jalan kaki sekitar 600 meter dari jalan raya.

Demi menyiasati jalan yang cukup jauh, para calon penumpang bisa menggunakan sky bridge, tapi dengan menyusuri dari moda transportasi LRT Cawang yang terintegrasi langsung dengan Stasiun Halim.

Sementara, yang membawa kendaraan pribadi cukup melalui akses lajur khusus dari Jalan DI Pandjaitan melewati flyover Jalan Akses Kereta Cepat Halim yang segera dioperasikan secara umum.

Selain itu, penumpang bisa melewati Exit Tol KM 1+842 yang akan segera dibuka awal Oktober mendatang.

Untuk memudahkan, berdasarkan pantauan reporter Tirto, terdapat spanduk bertuliskan 'Akses Menuju Stasiun KA Cepat Halim.’

Area parkir disediakan cukup luas. Kendaraan motor dan mobil masing-masing mendapat dua area parkir di sekitar stasiun.

“Parkir mobil ada dua, di depan lobi dan di belakang. Untuk parkiran motor juga sama, namun ada di ujung dan di belakang," kata salah satu petugas saat ditemui di Stasiun Halim.

Menuju area dalam di Stasiun Halim, aksesibilitas untuk menjajal kereta cepat masih menemui kendala. “Peron 1 dan 2 menggunakan Ticket Gate 1," kata petugas yang berjaga.

Nampaknya, ada dua gate untuk memuat 6 peron. Peron 1 dan 2 menggunakan gate 1, sedangkan peron 3, 4, 5, dan 6 menggunakan gate 2.

Berdasarkan pantauan, antrean di gate yang dibuka sangat sesak. Tidak ada akses lain selain melewati gate yang disediakan.

Pada uji coba tahap 1 ini, saya juga melihat sejumlah fasilitas yang belum difungsikan. Salah satu dari fasilitas tersebut adalah lift. Terdapat tulisan 'Dilarang Masuk'. Padahal, menjelang komersialisasi, seharusnya semua akses dan sarana penunjang semestinya sudah dapat dipakai dan siap digunakan.

Uji coba Kereta Cepat tahap 1

Uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tahap 1 dilaksanakan Senin (18/9/2023). tirto.id/Faesal Mubarok

Harga Tiket Masih Belum Final

Di sisi lain, Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia Cina (PT KCIC) Eva Chairunnisa mengatakan, tiket masih menunggu keputusan yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Tarif nanti diumumkan, kami masih menunggu finalisasi keputusannya, masih dalam koordinasi bersama" kata Eva.

“Terkait tarif itu bukan kewenangan kami,” lanjutnya.

Namun demikian, harga tiket KCJB diusulkan PT KCIC sebesar Rp250.000 sampai Rp300.000 untuk operasi awal. Usulan harga per penumpang tersebut diperuntukkan pada kelas ekonomi. Sementara untuk tambahan layanan LRT dan KA feeder saat ini masih dalam pembahasan dengan PT KAI dan LRT.

Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, tiket kereta cepat akan dibanderol tidak jauh dari harga tiket pada kereta api (KA) Argo Parahyangan milik PT KAI yang berkisar Rp200.000 sampai Rp250.000.

“Saat ini Argo Parahyangan telah ditarif pada hari biasa Rp200.000, dan ketika akhir pekan atau high season di Rp250.000. Artinya, tarif kereta api cepat hampir sama dengan kereta api eksisting," tutur Dwiyana dalam keterangan tertulis, Minggu (10/9/2023).

Namun demikian, saat ditemui Tirto di Stasiun Halim, pihak Humas PT KCIC masih belum membeberkan harga tiket yang ditetapkan. Hal ini lantaran masih dikoordinasikan lebih lanjut.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menekankan, pemerintah memastikan tidak akan memberikan subsidi terkait harga tiket kereta cepat.

“Tidak ada subsidi,” kata Presiden Jokowi di sela uji coba KCJB, Rabu (13/9/20230).

Uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung

Sejumlah penumpang memasuki ruang keberangkatan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) saat uji coba di Stasiun Halim, Jumat (15/9/2023). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

Baca juga artikel terkait KERETA CEPAT atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Abdul Aziz