tirto.id - Siklon tropis merupakan salah satu fenomena cuaca yang berdampak merusak. Ada berbagai siklon tropis yang terjadi di Indonesia.
Salah satunya adalah siklon tropis senyar yang langka dan mematikan. Siklon satu ini menerjang daerah Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, dan Sumatra pada November 2025.
Melansir laman LP2M UNP, munculnya siklon tropis senyar di Selat Malaka pada 26 November 2025 menjadi perhatian besar masyarakat Aceh dan Sumatra bagian utara. Fenomena siklon tropis ini memunculkan rasa khawatir terhadap cuaca ekstrem.
Menurut data BMKG, Senyar berkembang dari bibit siklon 95B. Kemudian bergerak mendekati daratan Indonesia sehingga memberi dampak langsung terhadap hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah-wilayah sekitarnya.
Pergerakan siklon tropis senyar di Indonesia terjadi di Sumatra hingga 29 November 2025. Arah siklon ini bergerak ke barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam.
Berdasarkan pantauan BMKG pada 28 November 2025 hingga pukul 19.00 WIB, kecepatan angin ex-siklon senyar bisa mencapai 35 knot atau kira-kira 65 kilometer per jam. Angin ini akan bergerak ke arah timur laut menuju Laut Cina Selatan dan berpotensi menjadi siklon kategori 1.
Menurut laman resmi BMKG, kondisi siklon sinyar berdampak terhadap cuaca di berbagai wilayah. Dilaporkan bahwa pada periode 29 November–3 Desember 2025, cuaca di Indonesia didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.
Diperkirakan terjadi peningkatan hujan intensitas sedang di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya seperti di Aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Bali.
Selain itu, diperkirakan terjadi hujan intensitas lebat disertai kilat/petir dan angin kencang dengan kategori siaga dan angin kencang. Wilayah yang berpotensi masuk kategori siaga terjadi di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.
Sementara itu, tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori angin kencang. Keadaan cuaca di berbagai daerah di Indonesia ini merupakan dampak dari siklon senyar.
Selain siklon senyar, wilayah Indonesia juga pernah dilalui siklon lainnya. Apa saja siklon tropis yang pernah melanda Indonesia? Simak selengkapnya di artikel ini.
Apa Itu Siklon Tropis?

Siklon tropis atau badai tropis atau topan merupakan salah satu fenomena alam yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem. Melansir laman resmi BMKG, siklon merupakan badai yang berkekuatan besar dan radius yang luas.
Rata-rata radius badai siklon bisa mencapai 150 hingga 200 kilometer dengan kecepatan angin mencapai 34 knot. Siklon terdiri dari dua bagian, yakni mata siklon dan dinding mata siklon.
Bagian mata siklon adalah pusat badai yang memiliki kecepatan angin yang cenderung rendah dan tidak memiliki awan. Mata siklon umumnya memiliki diameter antara 10 hingga 100 kilometer.
Adapun bagian dinding mata siklon merupakan wilayah yang mengelilingi mata siklon. Bentuk dinding mirip cincin.
Ketebalan dinding siklon bisa mencapai angka 16 kilometer. Dinding mata siklon adalah wilayah tempat angin bertiup kencang dan curah hujan besar.
Badai siklon tropis bisa melanda wilayah tertentu selama 3 hingga 18 hari setelah terbentuk. Siklon ini kemudian akan mereda begitu memasuki wilayah perairan dingin atau daratan.
Siklon Tropis yang Pernah Melanda Indonesia dan Dampaknya
Berbagai siklon tropis pernah melanda Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki data bahwa Indonesia pernah dilanda 12 siklon tropis yang tercatat sejak tahun 2000 hingga 2021.
Siklon tropis ini mengakibatkan Indonesia dilanda cuaca ekstrem. Berikut penjelasan jenis-jenis siklon tropis yang pernah melanda Indonesia:
1. Siklon Tropis Durga
Siklon tropis Durga terjadi pada 20–25 April 2008 di Samudra Hindia barat daya Lampung. Istilah lain dari siklon ini disebut juga dengan nama siklon Rosie di internasional.Kecepatan angin dari siklon tropis durga mencapai 95 km/jam. Wilayah yang saat itu terdampak siklon ini, antara lain: perairan Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, dan Banten.
2. Siklon Tropis Kirrily
Siklon tropis Kirrily menerjang beberapa wilayah Indonesia. Awal mula siklon ini tumbuh di Laut Arafuru selatan Papua Barat (Tual-Tragan).Daerah yang terdampak adalah Maluku, Perairan Papua, Papua Barat. Siklon ini terjadi pada 26 April–28 April 2009. Siklon Kirrily menyebabkan hujan lebat dan storm surge di wilayah terdampak.
Saat itu, tercatat puluhan rumah rusak dan puluhan rumah lain terendam, jalan raya rusak, dan terjadi gelombang tinggi. Bahkan hujan deras dengan intensitas waktu yang lama juga terjadi di daerah ini.
3. Siklon Tropis Anggrek

Siklon tropis Anggrek terjadi pada 29 Oktober–5 November 2010. Dampak siklon ini menerjang Samudra Hindia barat daya Lampung.
Tekanan terendah siklon ini berada di angka 995 mbar dan kecepatan angin maksimumnya 75 Km/jam. Daerah yang terdampak, antara lain: Perairan Bengkulu, Sumatra Barat, Lampung
4. Siklon Tropis Bakung
Siklon tropis Bakung terjadi pada 11–13 Desember 2014. Terjadinya siklon ini tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.Tekanan terendah siklon ini adalah 991 mbar dan kecepatan angin maksimum mencapai 95 km/jam. Masa hidup siklon Bakung tergolong singkat, hanya sekitar 3 hari. Terpaan siklon tropis Bakung menyebabkan potensi gelombang laut setinggi 2–3 meter pada Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa.
5. Siklon Tropis Cempaka
Siklon tropis Cempaka menghantam wilayah Indonesia pada 7 November–30 Desember. Lokasi siklon ini berada di Samudera Hindia.Tekanan terendahnya berada di angka 998 mbar dengan kecepatan angin maksimum 65 Km/jam. Siklon cempaka menyebabkan curah tinggi di wilayah Yogyakarta dan selatan Jawa yang berdekatan dengan pusat siklon tropis.
6. Siklon Tropis Flamboyan
Siklon tropis Flamboyan terjadi pada 28 April–2 Mei 2018. Lokasi siklon ini berada di Samudra Hindia, tepatnya pada Barat Daya Sumatra sekitar 1.410 km barat daya Bengkulu.Tekanan udara minimum dari siklon ini adalah 983 mbar dengan kecepatan angin 110 Km/jam. Informasi dari BMKG menyebutkan siklon flamboyan menyebabkan gelombang tinggi hingga 1,25–2,5 meter di Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, dan perairan Enggano. Selain itu, terjadi juga gelombang laut dengan tinggi 2,5–4.0 meter di wilayah tersebut.
7. Siklon Tropis Dahlia
Siklon tropis Dahlia berlangsung pada 30 November–2 Desember 2017. Tumbuhnya siklon ini menjadi sejarah baru sebab tumbuh ketika siklon Cempaka belum sepenuhnya punah.Dua siklon ini, yakni Dahlia dan Cempaka disebut menjadi siklon kembar. Wilayah yang terdampak dari siklon ini adalah Perairan Banten, Jawa Barat, Bengkulu, Lampung.
8. Siklon Tropis Kenanga
Siklon tropis Kenanga menjadi salah satu siklon tropis yang tumbuh di Indonesia. Kecepatan anginnya mencapai skala dua dari Skala Saffir-Simpson, yaitu 185 km/jam.Terpaan siklon ini mulai muncul pada 12 Desember 2018. Setelah itu, terus tumbuh hingga menjadi siklon tropis pada Sabtu, 15 Desember 2018.
Siklon Kenanga muncul pada jarak sekitar 1.400 km dari Bengkulu pada sebelah barat daya Sumatra. Dampak tidak langsung siklon Kenanga ialah meningkatkan kecepatan angin di sebagian wilayah pesisir barat pulau Sumatra.
9. Siklon Tropis Lili

Siklon Lili menerpa Indonesia pada 7 Mei 2019. Informasi dari BMKG menjelaskan bahwa bibit siklon tropis Lili terpantau dengan kode 93S dalam dua hari sebelumnya.
Posisinya berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku. Tepatnya pada koordinat di sekitar 6.9 °LS 128.5°BT. Siklon Lili mengakibatkan hujan lebat dan gelombang laut di atas 7 meter. Kerusakan pun tak dapat dihindari.
10. Siklon Tropis Seroja
Siklon sSeroja menjadi siklon tropis terkuat di Indonesia. Wilayah yang diterpa mencapai daratan wilayah Nusa Tenggara Timur. Pembentukan siklon Seroja terpantau mulai pada 5, April 2021 pukul 01.00 WIB. Bibit dari siklon ini sudah diamati oleh BMKG sejak Jumat, 2 April.Pembentukan siklon terjadi di wilayah Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur. Puncak siklon Seroja berlangsung pada 6 April 2021 dan mencapai puncak hingga kecepatan anginnya menyentuh angka 100 km/jam.
11. Siklon Tropis Mangga
Siklon tropis mangga berlangsung pada 21 - 24 Mei 2020. Lokasi siklon ini berada di wilayah perairan Samudra Hinda.Kecepatan minimum tekanan angin dari siklon Mangga ialah 995 mbar dengan kecepatan angin maksimum 65 Km/jam. Siklon ini terjadi di Perairan Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat.
12. Siklon Tropis Paddy
Siklon tropis Paddy berlangsung pada Senin, 22 November 2021. Menurut pantauan, siklon ini terjadi di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.Tekanan siklon ini berada di angka 995 hPa dengan kecepatan angin maksimum 40 knot. Siklon tropis Paddy tumbuh dari bibit siklon tropis 90S. Lokasinya di Samudra Hindia, yakni sekitar 690 km sebelah selatan barat daya Cilacap, Jawa Tengah.
Siklon tropis yang pernah terjadi di Indonesia menyebabkan berbagai dampak berupa kerusakan di wilayah tertentu. Informasi ini perlu menjadi kesadaran kolektif untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim dan menjaga keselamatan bersama.
Simak berbagai informasi lain seputar fenomena alam di bawah ini:
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P
Masuk tirto.id







































