tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Siklon Tropis Senyar yang menyebabkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra terpantau telah punah.
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, usai rapat koordinasi di gedung Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) di Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).
“Syukur alhamdulillah hari ini dia [Siklon Tropis Senyar] sudah punah tadi siang. Artinya, dia sudah tidak menjadi ancaman,” kata Guswanto.
Guswanto menjelaskan bahwa rangkaian banjir dan tanah longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh Siklon Tropis Senyar. Ia disebut berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95B di Semenanjung Malaya sejak 21 November.
“Kemudian, kami melihat dan kemarin tanggal 26 [November] dia [Bibit Siklon Tropis 95B] lahir menjadi siklon tropis,” katanya.
Menurutnya, dampak yang ditimbulkan Siklon Tropis Senyar terasa lebih kuat karena ia tidak langsung melemah saat memasuki daratan Sumatra, khususnya wilayah Aceh. Guswanto menyebut siklon tersebut terlihat berputar-putar di wilayah Aceh.
“Kenapa dampaknya itu lebih dahsyat? Karena, dia begitu menginjak daratan Sumatra, artinya di wilayah Aceh, itu tidak langsung punah. Dia masih berputar dari Aceh Timur, kemudian keluarnya ke Aceh Tamiang,” jelasnya.
Meskipun siklon telah punah, Guswanto menyebut peringatan kewaspadaan tetap dikeluarkan menyusul hujan lebat dan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara.
“Kami masih melihat adanya MCC, Mesoscale Convective Complex, yang ada di Samudera Hindia. Nah, ini yang perlu untuk tanggap darurat. Perlu berhati-hati untuk wilayah Mandailing Natal dan Sumatera Barat karena masih ada hujan yang perlu diperhatikan,” katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































