tirto.id - Sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) masih belum terjamah bantuan pascabanjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumatra Barat (Sumbar) beberapa waktu lalu.
Hal ini, disampaikan oleh seorang relawan yang memberikan bantuan ke lokasi kejadian, Muhammad Rizal Ramadhan alias Rama. Dia bersama tim 'Sahabat Rama Peduli' terbang lansung dari Jakarta ke Sumut. Katanya, sejumlah wilayah yang dia kunjungi belum terjamah bantuan sebelumnya.
"Kami orang pertama pascabanjir yang datang dan bawa batuan ke sana," kata Rama kepada Tirto, Senin (1/12/2025).
Tiga wilayah yang telah dikunjungi oleh Rama dan tim adalah Sei Mati, Jalan Yos Sudarso, dan Pangkalan Brandan. Di sana, kata Rama, tidak terlihat pihak pemerintah yang hadir untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Padahal, kata Rama, di ketiga lokasi tersebut, terdapat banyak korban yang mengungsi dengan usia yang bervariasi. Katanya, banyak korban yang jatuh sakit. Bahkan, salah satu korban di Pangkalan Brandan, meninggal dunia di pengungsian.

"Selama saya terjun ke lapangan, kita belum pernah melihat pemerintah, dan warga bilang mereka belum ada kunjungan dari pemerintah dan kami yang baru pertana datang melihat mereka," katanya.
Sementara, berdasarkan gambar dan video yang dikirimkan oleh Rama kepada Tirto. Terlihat air masih menggenang hingga sebatas betis orang dewasa.
Para warga, terlihat berkumpul di pengungsian bersama-sama dengan barang-barang yang berhasil diselamatkan. Terlihat, ada sebuah pengungsian yang minim pencahayaan.
Para warga juga terlihat gembira saat menerima bantuan. Pasalnya, Rama bilang, para warga bercerita bahwa telah bertahan hidup selama berhari-hari dengan kondisi yang memprihatinkan.
Diketahui, hingga saat ini, jumlah korban meninggal terbaru akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar sudah mencapai 442 jiwa. Sementara, 402 orang masih dalam pencarian.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































