Menuju konten utama

Kenapa DPR akan Panggil Menhut Raja Juli soal Banjir Sumatera?

Komisi IV DPR RI akan memanggil Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk menghadiri rapat pada Kamis (4/12/2025). Apakah rapat soal banjir? Simak di sini.

Kenapa DPR akan Panggil Menhut Raja Juli soal Banjir Sumatera?
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ketika kunjungan kerja ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali, Senin (27/10/2025). Tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - Komisi IV DPR RI akan memanggil Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, untuk menghadiri rapat pada Kamis (4/12/2025). Secara garis besar, rapat ini merespons persoalan banjir dan longsor di sejumlah daerah Sumatera.

Beberapa daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengalami bencana alam longsor serta banjir sejak Selasa (25/11/2025). Pada sejumlah video bencana yang beredar di internet dan media, tampak adanya gelondongan kayu yang hanyut.

Oleh sebab itu, Komisi IV DPR RI akan meminta keterangan dari pihak Kemenhut terkait gelondongan kayu tersebut. Pihak mereka juga akan mendalami permasalahan tata kelola dan kondisi hutan serta lahan di daerah yang terkena bencana banjir.

DPR Panggil Menhut Raja Juli Antoni, Ada Apa?

Cuaca ekstrem telah menyebabkan permasalahan banjir di Sumatera Utara dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Kondisi bencana ini menjadi lebih parah akibat adanya dugaan penebangan liar alias illegal logging.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengungkapkan bahwa rapat yang memanggil Menhut Raja Juli pada Kamis mendatang akan membahas perihal pembalakan liar tersebut. Pasalnya, situasi menunjukkan keberadaan kayu-kayu gelondongan di dalam arus banjir.

Selain masalah itu, Alex juga menyampaikan adanya pembahasan tentang kondisi dan tata kelola hutan serta lahan di wilayah terdampak. Ada lima poin pendalaman terkait hal tersebut.

Di antaranya membahas peta daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami bencana, informasi tutupan lahan, kerusakan lahan dan hutan, perencanaan penghijauan dan reboisasi, serta anggaran untuk rehabilitasi setiap DAS.

Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni sudah menyampaikan bahwa pemerintah akan mengadakan evaluasi terhadap tata kelola hutan. Berbagai bencana banjir di Sumatera belakangan ini diklaim sebagai momentum penting untuk mengadakan perbaikan pengelolaan.

"Kita mendapatkan momentum yang baik justru karena semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi. Mudah-mudahan tidak melebar ke wilayah lain," kata Raja Antoni pada Sabtu (29/11) sebagaimana dikutip dari Antara.

Adapun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hingga saat ini masih mengadakan identifikasi terhadap asal-usul gelondongan kayu. Penyelidikannya memfokuskan terhadap dugaan skema penipuan izin dan pembalakan liar.

Sehubungan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mencatat adanya korban meninggal dunia sebanyak 442 orang di tiga provinsi terdampak per Minggu (30/11) sore waktu setempat. Kemudian, 402 orang lainnya dinyatakan hilang.

Ingin memantau berbagai berita baru tentang bencana alam di Indonesia? Pantau terus informasi aktual mengenai bencana alam melalui laman berikut ini.

Kumpulan Berita Bencana

Baca juga artikel terkait RAJA JULI ANTONI atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif