tirto.id - Presiden Prabowo Subianto akan meninjau wilayah terdampak bencana banjir di Pulau Sumatra pada Senin (01/12/2025).
Didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, Prabowo bertolak sekitar pukul 06.00 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.
Presiden Prabowo sebelumnya memerintahkan seluruh kekuatan nasional untuk menangani banjir di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pratikno, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana di hadapan Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumut di Bandar Udara Silangit Tapanuli Utara pada Minggu (30/11).
Tujuan Presiden Prabowo Tinjau Banjir Sumatera Langsung?
Kedatangan Prabowo ke Sumatera Utara adalah bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan seluruh upaya penanganan bencana bisa berjalan optimal.
"Pada kunjungan ini, Presiden diagendakan meninjau langsung kondisi lapangan termasuk situasi di titik-titik yang mengalami kerusakan serta gangguan layanan dasar," tulis Instagram kerjaseskabri dalam unggahan pada Senin.
"Presiden Prabowo juga akan memastikan bahwa langkah-langkah darurat telah dilaksanakan sesuai standar penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi," tambahnya.
Update Kondisi Terbaru & Korban Banjir Sumatera
Berdasarkan data sementara laman BNPB, total korban banjir Sumatera Utara per 30 November 2025 pukul 22.00 WIB mencapai 217 jiwa meninggal dunia.
"Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang," tutur Kepala BNPB, Suharyanto, dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara pada Senin sore waktu setempat.
Pengungsi banjir Sumatera Utara tersebar di sejumlah titik mulai Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan hingga 4.456 jiwa di Kota Sibolga.
Akses jalan di beberapa kabupaten masih terputus karena longsor dan kerusakan jembatan. Sebagai contoh di Tapanuli Utara, jalan Tarutung–Sibolga terputus di sejumlah titik.
Untuk jumlah korban banjir Sumatera Barat tercatat mencapai 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 lainnya luka-luka.
Pengungsi banjir Sumatera Barat sebagian besar terkonsentrasi di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Pengungsi diperkirakan mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa.
Sejumlah Ruas jalan provinsi dan nasional di Sumbar terputus di antaranya Koto Mambang–Balingka, Pasar Baru–Alahan Panjang hingga Panti–Simpang IV.
Sementara itu hingga Senin sore, jumlah korban banjir di Provinsi Aceh mencapai 96 jiwa meninggal dunia dan 75 lainnya hilang.
Jumlah korban tersebut tersebar di 11 kabupaten atau kota mulai Bener Meriah, Aceh Tengah hingga Pidie Jaya. Jumlah pengungsi diperkirakan menyentuh angka 62 ribu KK.
Berita terbaru seputar korban dan perkembangan banjir tiga provinsi di Indonesia dapat disimak melalui tautan sebagai berikut:
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































