tirto.id - Proses akuisisi GoTo Group oleh Grab Holdings Ltd. tersendat di tengah jalan. Kendala terbesar saat ini muncul dari negosiasi harga pembelian atas saham minoritas yang dimiliki oleh operator telekomunikasi milik negara, Telkomsel, di GoTo.
Mengutip sumber Bloomberg, Telkomsel disebut tidak bersedia melepas sekitar 2 persen kepemilikan sahamnya pada valuasi GoTo saat ini. Alasannya, anak usaha BUMN tersebut melakukan investasi awal pada harga yang jauh lebih tinggi.
"Telkomsel telah menyampaikan kekhawatirannya tentang kerugian terkait modal negara, sesuatu yang dapat dihukum oleh hukum Indonesia," tulis Bloomberg dikutip Jumat (23/1/2026).
Selain isu kerugian negara, posisi tawar Telkomsel juga kuat karena Grab membutuhkan persetujuan dari semua pemangku kepentingan lokal, termasuk pemerintah Indonesia, agar akuisisi bisa terlaksana.
Hal ini memberi ruang bagi Telkomsel untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi. “Sementara Telkomsel dapat memilih untuk tidak menerima tawaran akuisisi dari Grab, perusahaan sedang berusaha memanfaatkan potensi penawaran dan menegosiasikan harga yang lebih tinggi untuk dirinya sendiri,” tulis laporan yang sama.
Hambatan dari Telkomsel ini memperumit upaya panjang Grab untuk menguasai GoTo. Padahal, akuisisi ini dianggap strategis bagi Grab untuk memperkuat posisinya di pasar transportasi online dan pengiriman makanan Asia Tenggara, serta meredakan tekanan persaingan harga.
Telkomsel sendiri tercatat pernah menginvestasikan total 450 juta dolar AS, gabungan saham dan obligasi konversi, ke dalam entitas yang kemudian menjadi GoTo.
Namun, dengan pelepasan saham pada harga saat ini, di angka Rp60 per saham, Telkomsel diprediksi akan merugi ratusan juta dolar.
Di luar negosiasi dengan Telkomsel, kesepakatan ini juga masih menghadapi tantangan berat lainnya. Kekhawatiran akan masalah anti-monopoli, potensi kenaikan tarif, serta tekanan politik untuk melindungi perusahaan teknologi dalam negeri dan jutaan pengemudi ojek online menjadi faktor yang turut mempersulit proses.
Hingga kini, perundingan masih berlangsung untuk mencari struktur pembelian yang dapat diterima semua pihak. Baik Grab, GoTo, maupun Telkomsel secara resmi menolak memberikan komentar atas spekulasi pasar ini.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































